TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Rokan Hulu sebanyak 58 orang.
"Dari data kita itu, ada 58 pekerja yang sudah di PHK sejak 2026 ini ya," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Rohul, Suparno, S.Hut., MM melalui Plt Kabid Ketenagakerjaan Nassirudin, SS pada Tribunpekanbaru.com, Senin (3/8/2026).
Bila dirinci, sektor perkebunan paling banyak menyumbang pekerja yang di PHK.
Ada 55 orang di sektor ini.
Sedangkan sektor lain yakni finance atau pembiayaan sebanyak 2 orang.
Baca juga: Kisah Indra Warga Pekanbaru Jadi Korban PHK, Kini Banting Setir Jadi Kuli Bangunan
Di sektor distribusi sebanyak 1 orang.
"Sektor perkebunan paling banyak. Karena kan Rohul ini banyak kebun kelapa sawit," katanya.
Dikatakannya, pihaknya berupaya menekan angka PHK. Jalan tersebut dipilih memang sudah tidak ada lagi solusi lainnya.
Dikatakannya mediator dari Pemkab Rohul dibawah Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja yang bertugas soal ini.
Bagaimana agar perusahaan tidak langsung mengambil keputusan PHK.
"Kita selalu berupaya agar tidak mengambil jalan PHK. Mediator dari kita berupaya ke situ," katanya.
Gelombang PHK masih membayangi dunia ketenagakerjaan di Indonesia hingga satu semester pertama.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sudah sekitar 32.389 pekerja kehilangan pekerjaan.
(Tribunpekanbaru.com/Palti Siahaan)