SURYA.CO.ID, SURABAYA – Rasa cemas dan trauma mendalam masih menyelimuti pasangan suami istri Arif Hidayat (47) dan Denik Rohana (31), warga Mbarsari, Gambiran, Prigen, Kabupaten Pasuruan, korban selamat dari musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.
Di balik rasa syukur karena nyawa mereka terhindar dari maut, pasutri itu kini harus menelan pilu menerima kenyataan 7 ekor kuda pacu yang mereka bawa di kapal tak terselamatkan dan nasib dua rekan mereka juga belum pasti.
Mereka masih terus menunggu kejelasan informasi terkait keberadaan dua rekan yang hingga kini belum ditemukan di tengah proses pencarian korban.
Baca juga: 5 Jam Terapung di Laut, Arya Korban KMP Mutiara Sentosa II Pilih Pasrah
Peristiwa mencekam itu bermula saat Pasutri itu tengah melakukan perjalanan laut untuk mengantar tujuh ekor kuda menuju Makassar, Sulawesi Selatan.
“Suami saya lagi ngasih makan kuda. Kan ngawal kuda ke Sulawesi. Tujuh ekor. Terus lihat api, saya suruh cek. Coba lihat barangkali ada kebakaran tau apa di bawah,” ujar Denik Rohana (31) ditemui di Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8/2026).
Ia menyebut api berasal dari truk, namun belum memastikan muatan kendaraan itu.
Denik menyebut, saat kejadian seluruh penumpang menggunakan pelampung meski tidak terdengar alarm tanda bahaya.
“Alarm tidak ada tapi kalau peringatan ABK ada. Ya teriak “kebakaran, kebakaran” terus disuruh keluar di dek depan. Sudah parah, udah hitam semua nggak kelihatan,” ungkapnya.
Baca juga: 1 Warga Tulungagung Jadi Korban Tewas Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Pemprov Jatim Beri Santunan
Situasi makin kian tak terkendali ketika asap hitam memenuhi area kapal hingga memaksa mereka bertaruh nyawa di tengah lautan.
Mereka terbawa arus. Tidak ada benda pegangan.
Dihantam ombak dan terpisah.
Hingga akhirnya mendapat bantuan kapal penyelamatan.
Arif mengatakan, perjalanan ke Sulawesi bukan kali pertama bagi mereka.
Sering kali mereka ke Makassar keperluannya mengirim kuda-kuda yang telah dibeli pemesan ke Makasar.
Kali ini rombongan Arif berangkat dari Surabaya menggunakan satu kendaraan.
“Kita jual beli kuda. Jadi ya kalau udah laku tinggal ngirim. Bukan peternak, pedagang. Ini kan sudah punya orang lain. Sudah dibayar,” sebutnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, salah satu kuda itu diberi nama kuda Raja Permata, satu satunya yang mewakili Sulawesi Selatan dan meraih juara dalam kejuaraan nasional.
“Berangkat naik mobil L300. Kuda terdaftar karantina. Kerugian 300 juta. Mobil sama 7 kuda. Yang jelas rugi. Mobilnya juga habis,” tambahnya.
Baca juga: Bertahan Empat Jam di Laut, Korban KMP Mutiara Sentosa II Sempat Selamatkan 6 Penumpang
Setelah berhasil diselamatkan dan mendarat di GSN Surabaya, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 23.00, Arif dan Denik dipindah ke fasilitas penginapan.
Namun, Pasutri itu mengaku masih khawatir dan resah sebab tak mendapatkan kabar dari dua rekan lainnya.
Korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Arif Hidayat (47) dan Denik Rohana (31), masih menunggu dua rekannya yang hilang dalam insiden itu.
Yaitu Verdi (20) dan Trala (40) warga Jeneponto, Sulawesi Selatan.
“Ini teman masih dua yang belum ketemu. Iya, 4 orang. Satu mobil itu. Ya untuk sementara ini kan kita kepengin tahu di mana kan teman kami. Kalau masalah yang lainnya kan saya ngikut yang lainnya gitu aja,” tutup Arif.