Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan petugas tim gabungan mengevakuasi warga penyintas banjir yang meluas di Kota Padang, Sumatera Barat menggunakan perahu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, melaporkan bahwa banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi atau sangat deras mengguyur wilayah Kota Padang sejak pukul 11.00 - 17.00 WIB.

"Hujan lebat berdurasi panjang memicu genangan air yang meluap ke kawasan permukiman warga serta ruas jalan utama di beberapa titik. Merespons kondisi tersebut, tim gabungan BPBD Kota Padang bergerak menerjunkan perahu polietilen guna mengevakuasi warga ke lokasi aman," kata dia

Abdul menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, banjir saat ini berdampak di tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung.

Di Kecamatan Kuranji, kawasan terdampak meliputi Kelurahan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, hingga Gunung Sarik.

Sementara di Kecamatan Koto Tangah, genangan air merendam Kelurahan Aia Pacah, kawasan belakang RSUD, dan Perumahan Green Mandiri, sedangkan di Bungus Teluk Kabung melanda lima kelurahan.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi sebagaimana laporan petugas di lapangan derasnya arus banjir di jalanan sempat menghanyutkan sejumlah kendaraan bermotor milik warga.

Menurut Abdul, hingga malam ini hujan masih mengguyur sebagian wilayah Padang dan genangan air di beberapa titik belum menunjukkan tanda-tanda surut, sementara pendataan korban dan kerugian terus berjalan.

"Masyarakat yang berada di wilayah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan bersama," kata dia.

Kesiapsiagaan tersebut selaras dengan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya.

Direktorat Meteorologi BMKG mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 94W di Laut Filipina yang berpotensi memicu peningkatan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah, yang harus diwaspadai khususnya di sebagian besar Sumatera bagian barat periode 3-5 Agustus.