TRIBUNWOW.COM - Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran meminta penghentian rencana serangan militer Washington.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan kebohongan dan upaya untuk menekan negara-negara Teluk.
Seorang pejabat militer Iran memastikan tidak pernah ada permintaan kepada Amerika Serikat agar membatalkan serangan yang direncanakan.
Menurutnya, klaim Trump hanyalah bagian dari strategi untuk memengaruhi situasi politik dan keamanan di kawasan.
Baca juga: Trump Batalkan Serangan ke Iran, Sebut Negosiasi Damai dan Peluang Pembukaan Selat Hormuz
Iran juga menegaskan bahwa seluruh kekuatan militernya kini berada dalam tingkat kesiapsiagaan tertinggi.
Pejabat Iran bahkan menegaskan bahwa hasil di medan perang nantinya akan menunjukkan pihak yang benar-benar memegang kendali.
Lantas, pemerintah Iran menegaskan bahwa pintu diplomasi masih terbuka lebar demi mengakhiri konflik secara damai.
Di sisi lain, Teheran memperingatkan bahwa mereka siap memberikan balasan mematikan jika Amerika Serikat dan Israel tetap melancarkan agresi militer.
Pernyataan keras itu disampaikan secara terbuka oleh jajaran pimpinan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama markas besar komando gabungan militer Iran.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul perkembangan positif dalam pembicaraan damai antara kedua pihak, Sabtu (1/8/2026).
Meski demikian, Washington memutuskan menunda operasi militer atas permintaan Iran serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Trump Siapkan Hadiah Rp270 M bagi Siapa Pun yang Bongkar Jaringan Keuangan Drone Iran
(*)