TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Polsek Jelutung mengamankan tiga remaja yang diduga tergabung dalam kelompok bernama KKS (Kita-Kita Saja). Ketiganya diamankan saat hendak pulang setelah diduga berencana melakukan tawuran dengan kelompok lain bernama Puncak Stres (PS).
Kapolsek Jelutung AKP Chairul Umam mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua kelompok sebelumnya telah membuat janji bertemu atau cash on delivery (COD) untuk tawuran di kawasan Tugu Pers, Simpang Pulai, Kota Jambi.
"Rencananya mereka mau COD untuk tawuran dengan geng Puncak Stres. Namun saat mereka tiba di lokasi, kelompok lawannya tidak datang," kata Chairul Umam.
Saat kembali dari lokasi, polisi mengamankan satu unit sepeda motor yang ditumpangi tiga remaja berinisial F, E, dan A. Dari tangan mereka, polisi menyita senjata tajam jenis egrek yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.
Salah seorang remaja yang diamankan diketahui masih berstatus pelajar di SMA Negeri 15 Muaro Jambi. Polisi telah memanggil orang tua ketiga remaja tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Berdasarkan pengakuan salah seorang remaja, kelompok KKS beranggotakan sekitar tujuh orang. Polisi berencana memanggil seluruh anggota kelompok tersebut beserta orang tua mereka sebagai langkah pencegahan agar tidak kembali terlibat aksi serupa.
AKP Chairul Umam mengatakan, ketiga remaja yang diamankan baru pertama kali tercatat berurusan dengan Polsek Jelutung.
"Yang kami amankan ini baru pertama kali. Mudah-mudahan menjadi pelajaran dan tidak ada lagi geng-geng seperti ini," katanya.
Sementara itu, polisi juga akan menelusuri keberadaan kelompok Puncak Stres untuk mengantisipasi terjadinya tawuran.
"Nanti kami cari keberadaan kelompok Puncak Stres agar bisa dilakukan pencegahan dan tidak terjadi tindakan yang lebih jauh," ujarnya.
Kapolsek mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama remaja yang masih di bawah umur. Ia mengingatkan agar mereka tidak mudah terpengaruh untuk bergabung dengan kelompok yang berpotensi melakukan tindak kriminal.
Ia juga mengatakan patroli gabungan bersama TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan terus digelar, terutama pada malam akhir pekan, guna mencegah aksi tawuran dan kejahatan jalanan di Kota Jambi.
Baca juga: Ada 134 Kelompok Geng Motor di Jambi, Aksi Tawuran Diawali Saling Ejek di Instagram