TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN -- Adinda Nezma Meidina, S.Ked., asal Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mendapatkan beasiswa full dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk melanjutkan pendidikan spesialis di kedokteran.
Lahir dari keluarga ekonomi sederhana, Nezma yang saat ini akan menyelesaikan koasnya di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, beberapa hari lalu diundang dalam Rakorda DPD Partai Golkar untuk bertemu langsung dengan Ketua Umum Golkar yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Nezma merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara yang merupakan putri asli Banyuasin. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan sedangkan sang ibu menjadi asisten rumah tangga.
Namun ketika Nezma menginjak bangku SMA, ayahnya mengalami kecelakaan kerja sehingga kesulitan untuk bekerja.
Meski banyak menghadapi kesulitan, namun Nezma sudah bisa membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga bukan menjadi penghambat untuk menggapai cita-citanya setinggi langit.
Ketika dihubungi TribunSumsel.com, Nezma mengaku sangat terharu dan pastinya bangga dengan beasiswa full yang diterimanya dari Menteri ESDM RI tersebut.
"Pastinya terharu, bangga, dan bahagia. Saya bisa membuat bangga orang tua dan juga Kabupaten Banyuasin," kata dara lulusan SMAN Plus 2 Banyuasin III ini, Senin (3/8/2026).
Nezma bercerita bagaimana dirinya sejak kecil sudah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter yang saat ini sudah dicapainya.
Dari keluarga yang sederhana, Nezma yang sejak SMA selalu menjadi juara umum di sekolahnya tidak pernah mengeluh dengan kondisi yang menempanya.
Berusaha, berdoa, dan meminta rida dari kedua orang tua menjadi acuannya untuk bisa mengubah derajat keluarga.
Pantang menyerah dan memiliki moto hidup "bermimpilah setinggi langit, walaupun jatuh di antara bintang-bintang" menjadi motivasinya untuk mengejar cita-cita menjadi seorang dokter.
Prestasi yang ditunjukkannya selama ini serta kegigihan dalam diri membuat Allah SWT memberikan jalan yang mudah untuk Nezma dalam menggapai cita-cita, termasuk untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
"Dari SMA sudah mendapatkan beasiswa sampai kuliah kedokteran juga mendapatkan beasiswa. Alhamdulillah, diberikan lagi beasiswa untuk spesialis," ceritanya.
Nezma juga membuktikan meski dari keluarga sederhana, tetapi bisa terus menjadi orang yang sarat prestasi. Terakhir, ia mendapat anugerah dari Kemendiktiristek sebagai mahasiswi berprestasi tingkat nasional dengan anugerah mahasiswi ketangguhan tahun 2025.
Saat wisuda juga, IPK Nezma 3,91 atau cumlaude. Sang ayah yang hanya seorang buruh bangunan dan ibu sebagai asisten rumah tangga tidak membuat Nezma menjadi minder dengan kesederhanaan hidup yang diperolehnya.
Justru inilah yang memacu semangatnya dan membuktikan cita-cita yang diimpikan bisa dicapai dengan kemampuan diri sendiri yang terus diasah.
"Kalau ditanya makan, ya sederhana. Apa yang disajikan ibu di rumah dimakan. Makan bergizi itu bukan berarti harus yang mahal," ungkapnya.
Kesederhanaan Nezma juga tidak sampai di situ saja. Karena tidak mau membebani orang tua, sejak SMA ia juga sudah bisa membantu perekonomian keluarga.
Selain ikut membantu sang ibu bekerja menjadi asisten rumah tangga setelah pulang sekolah, ia juga membuka les di rumahnya.
Hingga saat ini, meski sudah menjadi koas kedokteran, ia masih membuka les bagi anak-anak yang ingin belajar dengan dirinya. Karena kemajuan teknologi, saat ini Nezma memilih membuka les secara daring.
Ketika disinggung ungkapannya di depan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang ingin membuka klinik sendiri dengan bayaran sukarela, menurut Nezma itu bukanlah ungkapan yang spontan diucapkan.
Itu juga menjadi cita-citanya untuk membuka klinik dengan bayaran seadanya dari pasien yang datang.
"Kenapa saya bercita-cita membuka klinik dengan bayaran seadanya, karena saya dan keluarga sudah merasakan posisi itu. Sekarang di posisi saya sudah baik, saya ingin keberadaan saya ini bisa bermanfaat untuk banyak orang. Salah satu caranya klinik dengan bayar seadanya," jelasnya.
Nezma juga selalu memberikan motivasi terutama kepada adik-adik di sekolah SMA-nya terdahulu.
Ia selalu berpesan dengan moto yang selalu ada pada dirinya, "bermimpilah setinggi langit, kalaupun jatuh tetap di antara bintang-bintang".
Dara cantik sarat prestasi ini juga berpesan, kekurangan dan kesederhanaan bisa mengubah derajat keluarga asalkan memiliki kemauan yang kuat, berdoa, selalu mengasah kemampuan diri, dan meminta rida kedua orang tua, pasti bisa mengejar mimpi yang dicita-citakan.
Prestasi Dokter Muda Adinda Nezma Meidina:
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com