Pemdes Kemutug Kidul Banyumas Membangun Kantor Desa Mirip Istana Negara
Daniel Ari Purnomo August 03, 2026 06:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pemerintah Desa Kemutug Kidul di Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas merampungkan pembangunan gedung kantor desa baru dengan desain menyerupai Istana Negara.

​Proses pendirian bangunan unik tersebut diwarnai oleh tingginya semangat gotong royong warga masyarakat setempat.

​Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, menuturkan bahwa keterlibatan warga diwujudkan melalui sumbangan tenaga kerja secara sukarela.

Baca juga: Pagebluk Serangan Tikus dan Wereng Meresahkan, Warga Kemutug Kidul Banyumas Gelar Selamatan

​Para penduduk bahu-membahu meratakan area bekas lapangan olahraga yang kini disulap menjadi tapak bangunan balai desa.

​"Swadaya masyarakat berbentuk kita bekerja gotong royong dalam membangunnya," katanya.

​Alasan Pembangunan Kantor

​Kardi menjelaskan bahwa pemindahan fasilitas pelayanan desa ini dipicu oleh kondisi gedung lama di tepi jalan raya yang sudah tidak memadai.

​Di samping keterbatasan fisik bangunan, sempitnya area parkir kendaraan menjadi kendala utama saat pemerintah desa menggelar agenda bersama warga.

​"Awalnya kantor Desa Kemutug Kidul berada di pinggir jalan. Tidak memadai, terutama untuk parkir kalau desa sedang ada kegiatan. Sehingga kami bersama pemerintah desa dan BPD mengusulkan pembangunan balai desa atau kantor desa baru yang lokasinya di bekas lapangan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (3/8/2026).

​Bantuan Keuangan Bupati

​Pengerjaan proyek gedung balai desa ini tidak dirampungkan dalam satu tahun anggaran saja, melainkan digarap bertahap dalam tiga tahun anggaran.

​Pembiayaan pembangunan sepenuhnya mengandalkan alokasi bantuan keuangan khusus dari Bupati Banyumas.

​Rincian bantuan yang diterima Pemdes Kemutug Kidul meliputi Rp200 juta pada 2022, disusul Rp300 juta pada 2023, serta kucuran terakhir Rp150 juta pada 2025.

​"Jadi anggarannya tiga kali. Tahun 2022, 2023, dan yang terakhir tahun 2025. Totalnya Rp650 juta," jelasnya.

​Ia menegaskan kembali bahwa seluruh pendanaan bersumber dari kucuran bantuan bupati sehingga sama sekali tidak menyentuh alokasi Dana Desa.

​Oleh karena itu, pengerjaan fisik balai desa ini tidak terpengaruh oleh penyesuaian atau pemangkasan anggaran daerah.

​"Kebetulan tidak terdampak. Itu bantuan bupati langsung, tidak terkait dengan dana desa ataupun anggaran yang lainnya. Kami mengajukan bantuan keuangan desa kepada Pak Bupati sebanyak tiga kali," katanya.

​Gaya Istana Negara

​Kardi mengungkapkan bahwa gaya arsitektur kantor sengaja dirancang berbeda dibandingkan gedung pemerintahan desa pada umumnya.

​Konsep bangunan diselaraskan dengan gaya Istana Merdeka Jakarta demi menciptakan ciri khas sekaligus kebanggaan bagi warga desa.

​"Sekilas pembangunan kantor Desa Kemutug Kidul kenapa kita pilih seperti Istana Merdeka atau Istana Presiden Republik Indonesia, karena kita ingin bangunan yang berbeda. Sehingga ada kesan bagus, masyarakat juga merasa bangga melihat kantornya," ujarnya.

​Gedung balai desa yang baru ini berdiri di atas lahan berukuran 13 meter x 18 meter.

​Sisi teknis dan pengerjaan struktur fisik didampingi secara langsung oleh pendamping desa Kecamatan Baturraden, Udrianto.

​Kardi menandaskan bahwa kalkulasi dana Rp650 juta tersebut murni nilai bantuan uang dan belum menghitung estimasi nilai swadaya gotong royong masyarakat.

​"Belum dihitung tenaga swadaya masyarakat. Mereka bergotong royong untuk perataan lahan pada awal pembangunan," pungkasnya. (jti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.