Tak Hanya Masukan dan Kritik, Sundawani Sampaikan Tamparan Bagi Pemerintah Daerah di Usia 19 Tahun
Kemal Setia Permana August 03, 2026 06:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Organisasi masyarakat Paguyuban Sundawani Indonesia kini memasuki usia 19 tahun.

Peringatan hari jadi berlangsung di lapangan Bumi Sangkuriang pada Minggu (02/08/2026). 

Dalam kegiatan yang dihadiri seluruh DPD Sundawani Indonesia se-Jawa Barat,  Ketua DPP Sundawani Indonesia, Iwan Gumelar, mengatakan organisasi ini telah tumbuh dan berkembang dengan mengedepankan kebudayaan dalam perjalanannya selama 19 tahun.

Berdasarkan pesan dari pendiri Sundawani Indonesia Lucky Lesmana, atau yang dikenal dengan Aa Kiki Medfo,  selalu ditanamkan asas kebersamaan sesama anggota dengan menjunjung tinggi Silih Asah, Silih Asuh, dan Silih Wangi.

Aa Kiki Medfo pernah berpesan agar seluruh anggota harus berani dalam bertindak selama menjunjung kebenaran. Namun, setiap tindakan tersebut harus dibarengi dengan doa dari orang tua, khususnya ibu.

"Maka dari itu saya menginginkan kepada seluruh anggota jangan pernah melupakan jasa orang tua dan menghormatinya," ujar Aa Iwonk dalam keterangannya, Senin (3/8/2026)

Aa Iwonk menekankan agar tiap DPD harus mampu memberikan masukan atau kritik kepada pemerintah daerah dalam menjalankan setiap programnya. Pihaknya juga menginginkan agar nama organisasi harus tampil sebagai garda terdepan untuk melakukan kontrol sosial yang mengedepankan asas kebudayaan.

"Intinya harus independen dan berani membela kepentingan masyarakat kecil," seru Aa Iwonk.

Baca juga: BREAKING NEWS: Truk Tabrak Beruntun Tujuh Kendaraan di Cileunyi

Kritik Pemerintah Daerah

Aa Iwonk juga mengaku merasa kecewa dengan sikap pemerintah daerah, khususnya Pemkot Bandung yang tidak menghadiri hari milad Paguyuban Sundawani.

Menurut Aa Iwonk, lambatnya respons kepekaan jajaran pemerintahan baik eksekutif maupun legislatif menunjukkan tidak adanya kepedulian terhadap keberadaan organisasi.

"Bentuk perhatian tidak ada. Padahal kami selalu memberikan atensi terhadap setiap permasalahan yang ada di masyarakat, khususnya turut membantu korban bencana alam," ujarnya.

Ketidakhadiran Wali Kota Bandung, Wakil Wali Kota Bandung, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, menurutnya menunjukkan ketidakpekaan pemerintah atas keberadaan organisasi Sundawani Indonesia.

"Niat Paguyuban Sundawani ini murni peduli dan memiliki visi-misi jelas menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan lingkungan," 

"Harusnya pemerintah sebagai pengayom itu mengerti. Tapi kenyataannya, perhatian terhadap gerakan kebudayaan dan aksi kemanusiaan kami terkesan diabaikan," ujarnya.

Aa Iwonk juga mengkritik lambannya akses layanan dasar masyarakat, seperti pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dinilai masih kerap menyulitkan warga.

Sikap kurang responsif pejabat daerah juga dipertanyakan ketika berbagai komunikasi dan usulan program kemitraan kemasyarakatan kerap bertepuk sebelah tangan.

Aa Iwonk menyesalkan opini yang berkembang bahwa ormas kerap mendapat label stigma negatif. Padahal sejauh ini Sundawani Indonesia turut berperan dalam membantu pemerintah, khususnya dalam mengadakan aksi sosial cepat tanggap bencana untuk masyarakat.

Selain itu, organisasi juga sering menggelar berbagai kegiatan pelestarian budaya. Seluruh kegiatan tersebut bersumber dari swadaya anggota organisasi.

"Kami tidak mau bergantung atau meminta-minta alokasi anggaran dari pemerintah daerah," ujarnya.

Iwonk juga mengingatkan kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk menjaga soliditas dan jangan saling menjatuhkan.

"Seluruh pengurus dan anggota harus mengedepankan rasa kasih sayang (rasa kanyaah) dan melakukan silaturahmi kepada berbagai pihak," ucap Aa Iwonk.

Sementara itu, Ketua DPD Paguyuban Sundawani Kabupaten Tasikmalaya Ario Damar menyampaikan bahwa dalam memperingati hari jadi yang ke-19, Sundawani harus konsisten menjadi benteng pertahanan seni dan adat istiadat Sunda yang kian tergerus zaman.

Baca juga: Penebang Pohon di Jalan Riau Bandung Terancam Dipenjara, Farhan Dalami Dugaan Keterlibatan ASN

Harapannya, organisasi bisa lebih nanjer (berdiri kokoh) dan peduli dengan kesenian serta adat istiadat Sunda. Sundawani harus jadi wadah aspirasi kesundaan.

Disinggung mengenai masih adanya persepsi negatif tentang ormas, Ario menyebut bahwa dinamika di lapangan biasanya dipicu oleh perbuatan oknum.

Pihaknya juga tidak segan akan memberikan sanksi sesuai dengan AD/ART apabila ditemukan oknum internal yang melakukan perbuatan merugikan.

"Yang jelas semua ormas memiliki tujuan baik. Kami berharap pemerintah bisa hadir mendukung sebagai stakeholder kebudayaan," ungkap Ario Damar.

Sementara Ketua DPD Paguyuban Sundawani Kota Sukabumi, Ariesta Afrianti, menambahkan pentingnya menjaga marwah organisasi melalui pendekatan budaya dan tata titi kesundaan.

"Sesuai namanya, Sundawani itu wani kanu kabeneran (berani pada kebenaran), bukan berani untuk membuat keributan. Kita berharap bisa bersama-sama elemen masyarakat lain menjadi fungsi kontrol sosial yang kritis namun membangun bagi pemerintah daerah," tutur Ariesta. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.