TRIBUNSUMSEL.COM - Berpulangnya aktor senior Diding Boneng menjadi pengingat akan bahayanya penyakit asma jika telah menimbulkan komplikasi berat.
Diding Boneng meninggal dunia pada Senin (3/8/2026) pagi di usia 76 tahun.
Adik almarhum, Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa sebelum meninggal, Diding Boneng sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat.
Kondisi kesehatannya sempat memburuk akibat penyakit asma bawaan yang diidapnya.
Baca juga: Detik-Detik Diding Boneng Meninggal Dunia, Dilarikan ke RS Karena Maag Hingga Kesulitan Bernapas
Namun, hasil pemeriksaan medis justru menunjukkan adanya komplikasi serius dari penyakit asma bawaan yang diidapnya hingga menjalar menjadi stroke.
"Di Tarakan ternyata bukan maag, tapi asma. Asma memang dari dulu, tapi ini sudah menjalar ke stroke," ujar Zainal Arifin.
Lantas, apa itu penyakit asma, bagaimana gejala, pemicu, hingga bahaya komplikasi yang ditimbulkannya? Berikut ulasan lengkapnya.
Secara medis, asma merupakan kondisi peradangan kronis yang menyebabkan penyempitan pada saluran udara di paru-paru.
Meski bisa dikontrol dengan obat-obatan seperti inhaler, asma yang sudah parah dapat memicu berbagai komplikasi fatal.
Ketika terpapar pemicu tersebut, saluran napas akan membengkak, memproduksi lendir berlebih, dan otot-otot di sekitarnya menyempit. Hal ini menyebabkan aliran udara terhambat sehingga penderita mengalami sesak napas.
Meskipun tidak dapat disembuhkan secara total, gejala asma dapat dikontrol dengan pengobatan dan manajemen pola hidup yang tepat.
Baca juga: Penyesalan Terbesar Qubil AJ Tahu Sang Guru Diding Boneng Meninggal Dunia, Niat Jenguk Tak Terwujud
Penyakit asma timbul akibat kombinasi faktor genetik (keturunan) dan lingkungan. Beberapa pemicu utama serangan asma meliputi:
Faktor Genetik: Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit asma.
Gejala asma bisa bervariasi pada setiap individu. Beberapa gejala umum yang sering dirasakan meliputi:
Asma yang tidak terkontrol atau berlangsung bertahun-tahun (menahun) dapat memicu komplikasi serius yang mengancam jiwa, antara lain:
Serangan Asma Berat (Status Asthmaticus): Serangan mendadak yang tidak merespon pengobatan biasa dan memicu kegagalan pernapasan.
Baca juga: Perjalanan Karier Aktor Diding Boneng yang Meninggal Dunia, Ikonik Warkop DKI hingga Mengajar Akting
Adik almarhum, Zainal Arifin, membeberkan kronologi serta detik-detik sebelum sang kakak mengembuskan napas terakhir.
Zainal menceritakan bahwa kondisi kesehatan Diding Boneng berawal dari keluhan sakit maag.
Namun, saat dirujuk ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, tim medis mendapati penyakit asma menahun yang diidapnya telah komplikasi dan menjalar menjadi stroke.
"Di Tarakan ternyata bukan maag, tapi asma. Asma memang dari dulu, tapi ini sudah menjalar ke stroke," ungkap Zainal Arifin kepada awak media, dikutip Tribunsumsel.com dari tayangan Intens Investigasi pada Senin (3/8/2026).
Atas kondisi tersebut, almarhum sempat menjalani perawatan intensif di unit stroke selama satu minggu, sebelum dipindahkan ke ruang perawatan biasa selama tiga hari hingga diizinkan pulang.
Tak berselang lama setelah kembali ke rumah, kondisi fisik seniman gaek tersebut mendadak kembali memburuk secara drastis (drop).
"Tiga hari di rumah, semalam itu mulai drop lagi. Pernapasannya agak susah. Saya datang, saya lihat sudah rawan, sudah parah sekali napasnya," tutur Zainal.
Melihat pernapasan Diding Boneng yang makin sesak dan kritis, Zainal langsung menginstruksikan seluruh anggota keluarga untuk berkumpul mendampingi almarhum serta membacakan doa dan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Di masa-masa kritis tersebut, almarhum sudah sangat sulit diajak berkomunikasi lantaran kondisi fisiknya yang kian melemah.
Zainal menyebut lidah sang kakak sudah kelu dan bicaranya mulai tidak terarah.
"Waktu saya datang besuk sudah tidak bisa diajak ngobrol, kelu lidahnya. Kadang-kadang diajak ngobrol tuh ngacok," jelas Zainal menggambarkan momen tersebut.
Meskipun kondisi fisiknya terus melemah akibat penyakit bawaan, kecintaan Diding Boneng terhadap panggung seni peran tak pernah pudar.
Zainal menyebut sang kakak sempat bersikeras ingin keluar rumah untuk menemui teman-teman tim teaternya setelah keluar dari rumah sakit.
"Kemarin juga pulang dari rumah sakit terus mau keluar mau ketemu teman-teman di tim. Saya larang, saya bilang di rumah aja," kenang Zainal.
Keinginan tersebut terpaksa ditahan karena kondisi fisik Diding Boneng yang memang sudah tidak memungkinkan untuk beraktivitas.
Hingga akhirnya, sang aktor senior tutup usia di lingkungan keluarga yang mendampinginya.
Jenazah Diding Boneng dijadwalkan akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Pusat, selepas salat Ashar.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com