Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Rumah di Limboro Polman Tewaskan Pasutri Lansia dan Cucu
Ilham Mulyawan August 03, 2026 07:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Polisi sedang menyelidiki penyebab kebakaran rumah di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), hingga menyebabkan tewasnya tiga penghuni rumah yang terdiri dari pasangan suami istri dan cucu mereka, Senin (3/8/2026).

Korban masing-masing bernama Mursalim (77), Nurmala (80) dan Nurhalim (17).

Baca juga: Kebakaran Rumah di Limboro Polman: Pasangan Suami Istri dan Cucu Meninggal Terjebak Api

Baca juga: SOSOK Serka Pampabonga Babinsa Desa Bojo 6 Tahun Jaga Kedisiplinan Paskibra Mamuju Tengah

Polres Polman telah menerjunkan Tim Inafis untuk olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

Pantauan Jurnalis Tribun-Sulbar.com, lokasi TKP telah dipasangi garis polisi.

“Tim Satreskrim telah melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi mata,” kata Kapolres Polman, AKBP Zaky Maghfur dalam keterangan resminya kepada wartawan.

Zaky menuturkan, berdasarkan informasi diperoleh, kebakaran awalnya disadari warga saat melihat kepulan asap dan kobaran api di rumah ketiga korban.

Dugaan awal, kobaran api berasal dari dapur rumah, kemudian menjalar hingga ke atas atap.

PENGHUNI TEWAS -  Satu unit rumah panggung di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polman, Sulbar, ludes terbakar, Senin (3/8/2026). Peristiwa kebakaran rumah ini terjadi sekitar pukul 11.30 Wita, tiga penghuni rumah dilaporkan tewas terdiri dari nenek, cucu dan ayah
PENGHUNI TEWAS - Satu unit rumah panggung di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polman, Sulbar, ludes terbakar, Senin (3/8/2026). Peristiwa kebakaran rumah ini terjadi sekitar pukul 11.30 Wita, tiga penghuni rumah dilaporkan tewas terdiri dari nenek, cucu dan ayah (Tribun-Sulbar.com/Fahrun)

Warga lalu melaporkan peristiwa ini ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Polman.

Disebutkan dua korban bernama Nurmala (80) dan Nurhalim (17), ditemukan dalam rumah dengan kondisi jenazah sudah tidak utuh.

Nurmala selama ini menderita sakit lantaran sudah berusia lanjut, sementara Nurhalim merupakan disabilitas sejak lahir.

Sementara korban ketiga, Mursalim berupaya menyelamatkan cucu dan istrinya saat kobaran api sudah mulai membesar.

Mursalim lalu terjebak dalam kamar mandi, ia dievakuasi petugas dan warga saat kobaran api padam, sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

Identitas ketiga korban merupakan satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri Mursalim, Nurmala dan cucu mereka Nurhalim.

Dua korban diduga terjebak dan ditemukan hangus terbakar yakni lansia bernama Nurlina (80).

Ia ditemukan bersama cucunya bernama Halim (17) berada dalam satu kamar dengan neneknya.

Sementara korban Mursalim ditemukan terjebak dalam kamar mandi.

Mursalim sempat dievakuasi warga karena luka bakar, namun nyawanya tak tertolong saat perjalanan ke rumah sakit.

“Dua korban ditemukan jasadnya sudah tidak utuh,” kata koordinator Damkar Polman, Jabir.

Jabir menyampaikan jika kedua korban ini terjebak kobaran api karena Nurlina terbaring sakit.

“Kami menduga korban Mursalim meninggal karena terlalu banyak menghirup asap saat terjebak dalam kamar mandi,” ungkapnya.

Kobaran api yang begitu cepat membesar membuat warga sekitar takut untuk mendekat.

Jabir menyebut saat ini dugaan penyebab kebakaran belum diketahui, sementara dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Peristiwa kebakaran rumah ini terjadi sekitar pukul 11.30 Wita, tiga penghuni rumah dilaporkan tewas.

Dalam video beredar di sosial media, nampak petugas Damkar Polman dan warga sekitar berjibaku padamkan kobaran api.

Saat api mulai padam, warga dan petugas mengevakuasi korban jiwa di lokasi kebakaran gunakan sarung.

Dua armada dari Campalagian dan Tinambung lebih dulu menuju lokasi kejadian.

Sementara armada dari Kecamatan Matakali menyusul ke lokasi dan langsung memadamkan kobaran api.

Total tujuh unit armada dan dibantu dua dari Kabupaten Majene dan personel 40 orang dikerahkan.

“Setibanya di lokasi, kami langsung melakukan proses pemadaman dengan cara memotong mata rantai api agar tidak melebar ke rumah lainnya,” ungkap Imran.

Dia menyebut selain rumah, ada dua kendaraan roda dua yang terbakar, dalam rumah. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.