SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Program Balai Ternak yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lamongan terus menunjukkan perkembangan positif.
Melalui program zakat produktif ini, penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan ternak, tetapi juga pendampingan usaha hingga pengembangan pertanian terpadu (integrated farming).
Ketua BAZNAS Lamongan, Bambang Moeljono, mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu mustahik meningkatkan kemandirian ekonomi hingga kelak menjadi muzaki.
"Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong mustahik agar mampu mandiri secara ekonomi dan pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki," kata Ketua BAZNAS Lamongan, Bambang Moeljono, Senin (3/8/2026).
Program Balai Ternak yang merupakan kolaborasi BAZNAS Lamongan, BAZNAS RI, dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur itu juga memberikan pendampingan kepada kelompok peternak, penguatan kelembagaan, penyediaan pakan hijauan, hingga pengembangan sistem pertanian dan peternakan yang saling terintegrasi.
Baca juga: 30 Korban KMP Mutiara Sentosa II Dipindahkan ke Hotel, 57 Penumpang Masih Dievakuasi
Hingga Juli 2026, dua Balai Ternak binaan BAZNAS Lamongan mencatat perkembangan yang cukup signifikan.
Balai Ternak Arrohmah di Kampung Zakat kini memiliki 232 ekor domba, meningkat dibandingkan 191 ekor pada Juni 2026. Kelompok tersebut juga mengelola lahan hijauan seluas 95.150 meter persegi, memproduksi 2.800 kilogram kompos, serta memiliki saldo kas kelompok sebesar Rp29,15 juta.
"Selain beternak, para anggota memanfaatkan kompos untuk mendukung sektor pertanian sehingga tercipta sistem pertanian dan peternakan yang saling terintegrasi," tambahnya.
Sementara itu, Balai Ternak Domba Rojokoyo di Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, mencatat populasi 32 ekor domba pada Juli 2026 atau meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Kelompok ini turut mengembangkan lahan hijauan seluas 525 meter persegi, memanfaatkan kompos sebagai pupuk dasar tanaman tebu, serta memiliki kas kelompok sebesar Rp12,525 juta sebagai modal pengembangan usaha.
Menurut Bambang, capaian tersebut menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi para penerima manfaat.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, anggota kelompok tidak hanya memperoleh tambahan pendapatan, tetapi juga meningkatkan kemampuan mengelola usaha, memperkuat kelembagaan kelompok, dan membangun ekosistem peternakan yang lebih produktif.
Ke depan, BAZNAS Lamongan akan memperluas pendampingan kepada kelompok peternak, meningkatkan kualitas bibit ternak, memperkuat pemasaran hasil peternakan, serta mengembangkan konsep integrated farming agar manfaat program semakin luas dan berkelanjutan.
Bambang juga mengungkapkan rasa syukurnya karena sebagian peternak binaan kini telah mampu menyalurkan infak dan sedekah dari hasil usaha ternak melalui Program Balai Ternak.
"Para peternak ini telah mampu menyalurkan infaq dan sodakohnya dari hasil beternak lewat program Balai Ternak tersebut. Bahkan menyerahkannya pada Baznas," ujarnya.