TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta mencatat dua insiden kebakaran lahan di lokasi berbeda dalam kurun waktu kurang dari satu jam, Minggu (2/8/26) siang.
Apesnya lagi, kedua peristiwa tersebut dipicu oleh penyebab yang sama, yakni aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan ketat.
Kejadian pertama dilaporkan terjadi di kawasan Muja Muju RT 38 RW 11, Kemantren Umbulharjo, pada pukul 11.50 WIB, di mana api membakar area lahan seluas 32 meter persegi.
Berkat kesiapsiagaan petugas dari Mako Induk bersama personel Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) serta partisipasi aktif warga sekitar, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu 10 menit.
Belum genap satu jam penanganan di Umbulharjo selesai, laporan kebakaran lahan kembali masuk ke markas Dinas Damkarmat pada kisaran pukul 12.30 WIB.
Peristiwa kedua melanda area Asrama STAIMS yang berlokasi di Jalan Pringgokusuman No. 12, Kemantren Gedongtengen, yang membakar lahan seluas 56 meter persegi.
Untuk menanggulangi insiden ini, satu regu dari Pos Mojo dikerahkan untuk proses pemadaman di lokasi kedua yang memakan waktu sekitar 20 menit.
Meski tidak ada korban jiwa, Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taohid, mengingatkan bahayanya kebakaran lahan akibat aktivitas pembakaran sampah.
"Kami mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan, terutama di area terbuka atau dekat lahan vegetasi kering," katanya.
Aktivitas membakar sampah di area terbuka sangat berisiko memicu kebakaran besar, karena kondisi angin dan vegetasi yang kering memudahkan percikan api menyebar cepat ke area sekitar yang lebih luas.
Pihaknya pun mendorong warga untuk beralih ke metode pengolahan dan pengelolaan sampah yang lebih mudah, efisien, serta ramah lingkungan.
"Ya, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, pembentukan kompos, atau memanfaatkan fasilitas bank sampah di wilayah setempat," pungkasnya. (aka)