TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Satu per satu warga berdatangan memadati sudut kiri pintu masuk Gudang Perum Bulog Cabang Tarakan, Senin (3/8/2026). Sejak pagi hingga menjelang siang, masyarakat berdatangan untuk membeli beras dan minyak goreng yang dijual melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) Mandiri.
Program PGM yang baru berjalan sekitar dua pekan terakhir itu digelar setiap Senin hingga Jumat sebagai upaya Bulog menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau langsung dari gudang.
Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari, mengatakan GPM Mandiri merupakan inisiatif Bulog untuk memberikan akses langsung kepada masyarakat membeli komoditas pangan dalam jumlah kecil tanpa harus melalui jalur distribusi lainnya.
"Gerakan Pangan Murah yang dilakukan Bulog secara mandiri kami adakan di depan pintu gudang. Tujuannya untuk mengakomodasi masyarakat supaya bisa langsung membeli ke Bulog dengan partai kecil, sehingga kebutuhan mereka bisa terpenuhi," ujar Zamahsyari.
Baca juga: Senangnya Emak-emak di Tarakan Ada Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha, Rela Antre Panas-panasan
Zamahsyari menjelaskan, kegiatan tersebut berlangsung setiap hari kerja mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wita atau sampai seluruh stok yang disiapkan habis terjual.
Dalam pelaksanaannya, Bulog rata-rata menyiapkan 50 pack beras SPHP dan 50 dus minyak goreng setiap hari. Namun apabila permintaan masyarakat meningkat, jumlah komoditas yang dijual akan langsung ditambah.
"Per hari rata-rata terjual 50 pack beras dan 50 dus minyak goreng. Kalau permintaan masih banyak, kami tetap layani dan stok langsung kami tambah," katanya.
Antusiasme masyarakat pun terlihat pada pelaksanaan Senin (3/8/2026). Stok sebanyak 50 pack beras SPHP dan 50 dus minyak goreng yang diangsur dibawa semua habis untuk memenuhi permintaan warga yang masih mengantre.
Menurut Zamahsyari, mayoritas pembeli berasal dari kawasan sekitar gudang Bulog. Rerata diperkirakan dari warga Kelurahan Lingkas Ujung dan Gunung Lingkas.
Baca juga: DKPP Tarakan Siapkan 336 Paket Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha 2026, Cek Harga Terbarunya
Informasi mengenai pelaksanaan GPM Mandiri disebarluaskan melalui pemerintah kelurahan serta berbagai grup komunikasi masyarakat.
"Kami menyampaikan informasi melalui lurah-lurah dan juga grup-grup agar masyarakat mengetahui jadwal penjualan di gudang," ucapnya.
Program tersebut, lanjutnya, telah dimulai sekitar dua minggu lalu dan sementara direncanakan berlangsung hingga menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Meski demikian, Bulog akan melakukan evaluasi setelah periode tersebut berakhir. Apabila dinilai efektif membantu menekan harga pangan di tingkat konsumen, program akan dilanjutkan secara berkesinambungan.
"Target awalnya sampai menjelang 17 Agustus. Nanti kami evaluasi. Kalau memang bisa membantu menekan harga di pasar, akan kami lakukan terus secara mandiri di depan gudang," jelasnya.
Selain membuka penjualan di gudang, Bulog juga tetap melaksanakan Gerakan Pangan Murah bersama pemerintah daerah di tingkat kelurahan. Pelaksanaannya dijadwalkan sekitar dua kali dalam sepekan dengan lokasi yang bergantian.
Sebelumnya, kegiatan GPM bersama pemda telah digelar bekerja sama dengan pemerintah di Kelurahan Juata Laut. Namun karena keterbatasan jadwal, belum seluruh kelurahan di Tarakan dapat terlayani.
"Untuk yang di gudang hanya satu titik. Tetapi kami juga mengadakan GPM di beberapa kelurahan secara terjadwal. Biasanya seminggu dua kali dan nanti setelah Agustusan kemungkinan dilanjutkan lagi ke kelurahan yang belum terjangkau," katanya.
Zamahsyari menegaskan, tujuan utama pelaksanaan GPM Mandiri ialah menjaga stabilisasi harga pangan di tingkat konsumen sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga sesuai ketentuan.
Pada GPM Mandiri, Bulog menjual beras SPHP seharga Rp60.000 per kemasan, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang mencapai Rp65.500. Sementara minyak goreng dijual Rp15.700 per liter atau Rp31.400 untuk dua liter.
"Dengan stok komoditas yang kini dinilai mencukupi, Bulog berharap masyarakat dapat terus memanfaatkan program tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan di Kota Tarakan," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah