Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Provinsi Lampung mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (3/8/2026).
Baca juga: Cerita Siswa Sekolah Rakyat Lampung, Dwi Menangis Saat Ingat Pesan Ortu
Pada hari pertama, MPLS difokuskan pada proses penyesuaian diri dan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru.
Menariknya, SRT yang berlokasi di kawasan Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan ini melibatkan lima orang taruna Akademi Militer (Akmil) dalam MPLS.
Kehadiran taruna Akmil ini ditujukan untuk memberi pendampingan bagi para siswa untuk menerapkan hidup disiplin dan mandiri.
Kepala SRT Lampung Asis Prasetyo mengatakan, MPLS hari pertama di Sekolah Rakyat yang ia pimpin berjalan lancar dan kondusif.
Pada masa MPLS, para siswa dikenalkan dengan berbagai fasilitas, pendidik, hingga lingkungan pengasuhan di asrama.
"Hari pertama ini fokusnya penyesuaian dan pengenalan lingkungan sekolah serta warga sekolah, mulai dari guru, wali asuh, wali asramanya, tenaga kependidikan (tendik), hingga lingkungan sekitar," ujar Asis.
Asis menambahkan, jadwal kegiatan disesuaikan dengan jenjang pendidikan para siswa.
Untuk jenjang SD, kegiatan MPLS diisi dengan penyesuaian keasramaan dan telah diistirahatkan di asrama sejak waktu Zuhur.
Sementara untuk jenjang SMP dan SMA, kegiatan berlangsung hingga sore hari yang ditutup dengan apel.
Diketahui, SRT Lampung menampung 401 siswa. Rinciannya, 60 siswa SD, 150 siswa SMP, 120 siswa SMA, ditambah 71 siswa angkatan pertama.
Seluruh siswa terbagi ke dalam 14 rombongan belajar (rombel). Ada dua kelas tingkat SD dan lima kelas tingkat SMP.
Di tingkat SMA, terdapat tujuh rombel siswa baru (kelas 10) ditambah tiga kelas existing (rintisan) yang sekarang telah duduk di bangku kelas 11.
Meskipun beberapa fasilitas gedung masih dalam proses penyelesaian akhir, seluruh aktivitas pendukung pembelajaran dipastikan sudah dapat berjalan dengan baik melalui skema penggabungan gedung sementara.
Guna memantapkan pembinaan dan pengawasan murid, SRT Lampung turut melibatkan pihak luar dalam proses pendampingan.
"Kami didampingi langsung oleh lima Taruna Bhakti dari Akademi Militer yang mulai bertugas sejak tanggal 3 hingga 7 Agustus mendatang," ungkap Asis.
Tugas para taruna Akmil adalah mendampingi siswa baru, menanamkan kedisiplinan dasar, serta membimbing kemandirian hidup berasrama.
Terkait kebutuhan tenaga pendidik, Asis menyebut sejauh ini telah terpenuhi dengan hadirnya 23 guru tamu yang telah melapor dan mulai bertugas.
"Alhamdulillah sekarang sudah ada 23 guru tamu yang didatangkan dari dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk tingkat SD dan SMP, serta Dinas Pendidikan Provinsi untuk tingkat SMA," jelasnya.
Setelah tahapan MPLS selesai, pihak sekolah bakal melanjutkan agenda ke tahap matrikulasi. Tahapan ini bertujuan untuk mengukur dan menyamakan potensi akademik awal para siswa.
"Pada matrikulasi nanti, fokus utama kami adalah penguatan di bidang literasi dan numerasi melalui asesmen awal, sebelum dilanjutkan ke tes potensi akademik," jelas Asis.
Tak hanya fokus pada akademik, beragam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) juga disiapkan untuk menunjang bakat non-akademik siswa.
"Untuk ekskul ada banyak, mulai dari rohis, futsal, pencak silat, English Club, Pramuka, Paskibra, PMR, hingga seni. Insya Allah ini akan langsung aktif kembali setelah rangkaian MPLS selesai," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)