Peluncuran Satelit Lampung-1 Dianggap DPRD Langkah Luar Biasa dan Visioner
soni yuntavia August 03, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, memberikan apresiasi terhadap rencana peluncuran Satelit Lampung-1 yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung.

Menurut Budiman, peluncuran satelit tersebut merupakan terobosan besar yang sejalan dengan kebutuhan pemanfaatan teknologi di era digital sekaligus menjadi langkah visioner untuk mendorong kemajuan daerah.

"Pertama, dalam rangka peluncuran satelit yang diwacanakan oleh Pak Gubernur, kami memberikan apresiasi. Ini merupakan terobosan yang luar biasa, bahkan bisa dikatakan sebagai langkah yang sangat visioner," kata Budiman saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026).

Ia menilai, keberadaan Satelit Lampung-1 nantinya akan mempermudah masyarakat maupun pemerintah dalam mengakses berbagai informasi dan data secara lebih cepat.

Selain mendukung transformasi digital, satelit tersebut juga diyakini dapat memperkuat keterbukaan informasi publik di Provinsi Lampung.

"Di era digitalisasi seperti sekarang, dibutuhkan teknologi yang dapat memudahkan berbagai pihak dalam mengakses informasi, termasuk data-data yang berkaitan dengan berbagai sumber informasi. Dengan adanya teknologi ini, seluruh data tersebut dapat diakses dengan lebih mudah. Selain itu, hal ini juga mendukung keterbukaan informasi publik," ujarnya.

Budiman berharap peluncuran Satelit Lampung-1 menjadi awal lahirnya berbagai inovasi baru yang mampu mempercepat pembangunan di Provinsi Lampung.

Ia menegaskan DPRD akan memberikan dukungan terhadap berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung selama bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

"Kami akan memberikan dukungan sebagai bentuk komitmen kepada Pak Gubernur untuk terus menghadirkan berbagai terobosan. Bukan hanya dalam program ini saja, tetapi juga pada sektor-sektor lainnya agar Provinsi Lampung semakin maju ke depan.

Dengan ide-ide cemerlang dari Pak Gubernur yang masih muda, kami berharap akan lahir terobosan-terobosan berikutnya, termasuk di sektor pendapatan daerah pada masa mendatang," pungkasnya.

Pembangunan Daerah 

Pemerintah Provinsi Lampung memastikan satelit Lampung-1 akan diluncurkan pada 5 Agustus 2026 dari lepas pantai Shandong, Tiongkok. 

Satelit hyperspectral tersebut diklaim menjadi tonggak baru pemanfaatan teknologi antariksa untuk mendukung pembangunan daerah berbasis data tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Peluncuran Lampung-1 menjadi bagian dari misi OSE Hyperspectral Twin Satellites yang dikembangkan perusahaan antariksa STAR.VISION Aerospace.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, Lampung-1 dibangun melalui kolaborasi antara STAR.VISION Aerospace dengan Pemerintah Provinsi Lampung yang dikoordinasikan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kerja sama tersebut diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman di Shandong, Tiongkok, pada 28 Mei 2025.

Menurut Mirza, kolaborasi tersebut tidak menggunakan APBD karena satelit Lampung-1 bukan merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Lampung.

Sebaliknya, satelit tersebut dimiliki dan dioperasikan oleh STAR.VISION Aerospace, sedangkan Pemprov Lampung memanfaatkan data yang dihasilkan untuk mendukung perencanaan pembangunan, pelayanan publik, hingga pengambilan kebijakan.

"Di era sekarang, keputusan yang baik harus lahir dari data yang akurat. Lampung-1 akan membantu melihat kondisi daerah secara lebih cepat, lebih luas, dan lebih presisi sehingga kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," kata Mirza dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Mirza menjelaskan, selama ini pemerintah masih mengandalkan survei lapangan untuk memetakan kondisi wilayah.

Menurutnya, cara tersebut membutuhkan waktu yang lama, biaya yang besar, dan hanya mampu menjangkau lokasi tertentu.

Akibatnya, perubahan kondisi lahan pertanian, kawasan hutan, daerah rawan bencana, kualitas sungai, maupun perkembangan infrastruktur baru diketahui setelah dilakukan pengecekan langsung.

"Melalui Lampung-1, berbagai informasi tersebut dapat dipantau secara berkala dari luar angkasa. Data satelit memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran kondisi wilayah secara lebih cepat, luas, dan akurat sehingga perubahan yang terjadi dapat dideteksi lebih dini dan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran," ujarnya.

Ia mengatakan, Lampung-1 menggunakan teknologi hyperspectral yang mampu membaca kondisi permukaan bumi lebih detail dibandingkan citra satelit biasa.

Teknologi tersebut dipadukan dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sehingga proses analisis data dapat dilakukan lebih cepat. 

Data dari satelit ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk memantau potensi banjir, longsor, kebakaran hutan, kesehatan tanaman, sistem irigasi, kualitas sungai, pesisir, hingga kondisi laut.

Selain itu, data satelit juga dapat digunakan untuk memantau perkembangan jalan, kawasan industri, pertambangan, serta infrastruktur lainnya.

"Data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menghitung kepadatan kendaraan, memantau perubahan tutupan lahan, perkembangan tanaman, serta mendeteksi pembangunan baru tanpa harus melakukan studi lapangan yang memakan waktu dan biaya besar," ucapnya.

Mirza menilai manfaat Lampung-1 akan dirasakan berbagai sektor.

Di bidang pertanian, data satelit dapat membantu petani mengetahui kondisi tanaman lebih dini sehingga potensi gagal panen dapat diantisipasi.

Sementara itu, pemerintah memperoleh data yang lebih akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan, dunia usaha mendapatkan informasi pendukung investasi, sedangkan kalangan akademisi memiliki sumber data baru untuk riset dan inovasi.

Selain pemanfaatan data satelit, kerja sama tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Pemprov Lampung akan mengirimkan sejumlah SDM mengikuti pelatihan di Tiongkok bersama STAR.VISION Aerospace untuk mempelajari teknologi satelit, pengolahan data hyperspectral, pemanfaatan AI, serta penerapan teknologi penginderaan jauh bagi pembangunan daerah.

"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa transformasi digital daerah dapat diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak, sehingga manfaat teknologi antariksa dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat tanpa membebani keuangan daerah," pungkasnya.


( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.