Kesaksian Korban Selamat Kapal Terbakar di Perairan Madura, "Saya hanya Pasrah"
Noval Andriansyah August 03, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Surabaya - Sambil memegangi sisa barang yang melekat di badan, Arya (35) menceritakan kembali detik-detik mencekam saat dirinya harus bertahan hidup dan terombang-ambing selama 5 jam di tengah laut lepas.

Baca juga: Detik-detik Evakuasi 227 Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, 5 Orang Tewas

Pria yang berprofesi sebagai sopir truk ekspedisi ini, menjadi satu di antara korban selamat dari insiden KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar hebat di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026).

"Hati saya cuma bisa berserah diri, kalau memang masih rezeki selamat ya Alhamdulillah," ungkap Arya, mengenang detik-detik dirinya berhasil lolos dari maut.

Ditemui di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin (3/8/2026), Arya mengaku hendak menuju ke Palu dengan rute transit di Makassar.

Ia mengungkapkan, kepulan asap tebal pertama kali terlihat muncul dari dek tempat penyimpanan kendaraan tepat setelah dirinya menyelesaikan makan pagi.

"Asap dari tempat kendaraan terus membumbung dan kapal terasa makin panas. Suasana langsung panik luar biasa."

"Saya cepat-cepat pakai pelampung, lalu tidak ada pilihan lain selain lompat dari bagian depan kapal," ujar Arya, Senin (3/8/2026), dilansir TribunJatim.com.

Lima Jam Bertahan dalam Gulungan Ombak

Di tengah gulungan ombak dan ketidakpastian bantuan datang, Arya menyerahkan seluruh hidupnya pada Sang Pencipta.

Ia membiarkan tubuhnya mengapung sambil terus memanjatkan doa.

Seluruh harta benda dan truk muatannya raib dilalap api di atas kapal. Namun baginya, mukjizat keselamatan jiwanya adalah harta paling berharga.

"Saat di laut saya pasrah saja. Kalau bisa diselamatkan, ya alhamdulillah. Semua barang-barang saya di kapal habis, tapi saya bersyukur masih diberi keselamatan tanpa luka serius," tuturnya penuh haru.

Kepanikan di Tengah Jam Sarapan

Suasana horor serupa juga dirasakan oleh Reza, penumpang selamat lainnya. Reza menuturkan bahwa peristiwa itu mulai disadari para penumpang sekitar pukul 07.00 WIB.

Awalnya suasana berjalan normal seperti biasa, sampai alarm bahaya dan kepulan asap membuyarkan kedamaian pagi di atas kapal.

"Kaget sekali karena saat sarapan tiba-tiba banyak orang berlarian mengambil APAR. Karena asap makin pekat, orang-orang lari semua ke bagian depan kapal dan akhirnya ikut lompat ke laut," kenang Reza sebelum akhirnya dipandu petugas medis untuk beristirahat.

Basarnas Kerahkan KN SAR Permadi Cari 2 Korban Hilang

Hingga Senin (3/8/2026) siang, operasi pencarian dan pertolongan masih terus diintensifkan. Berdasarkan manifest resmi, kapal mengangkut sebanyak 236 orang.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, memaparkan bahwa sebanyak 234 orang telah berhasil dievakuasi (termasuk 5 korban meninggal dunia dan 229 korban selamat).

Dengan demikian, tim SAR masih berpacu dengan waktu untuk menemukan 2 penumpang yang dilaporkan belum terevakuasi.

"Data ini sifatnya masih dinamis karena kami terus menggali informasi dan berkoordinasi erat dengan pemilik kapal (owner)," kata Nanang Sigit di Surabaya.

Untuk menyisir dua korban yang belum ditemukan, Basarnas mengerahkan KN SAR Permadi dari Pelabuhan Sumenep sejak pukul 08.30 WIB menuju ground zero perairan tempat terbakarnya kapal.

"Kondisi fisik kapal saat ini tidak tenggelam. Api sudah padam meski masih ada kepulan asap. Untuk tahap awal ini kami mengutamakan pencarian di perairan terlebih dahulu dengan asumsi ada korban terapung, sebelum nantinya dilakukan penyisiran ke bagian dalam bangkai kapal," pungkas Nanang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.