Moskow (ANTARA) - Fenomena rasisme dan xenofobia semakin meningkat di Eropa karena dipicu oleh ketimpangan sosial yang semakin parah dan konsentrasi kekayaan di tangan segelintir orang, kata Craig Murray, aktivis politik asal Skotlandia dan mantan duta besar Inggris untuk Uzbekistan.

"Saya rasa kita sedang menyaksikan tren sosial di seluruh Eropa yang mengarah pada rasisme dan xenofobia. Kita juga menyaksikan perkembangan kapitalisme tahap akhir, di mana negara bertindak untuk memusatkan kekayaan di tangan segelintir orang. Kemajuan sosial telah terhenti," kata Murray dalam wawancara dengan RIA Novosti.

Murray mengatakan standar hidup rakyat pekerja biasa di Inggris tidak mengalami peningkatan sejak tahun 2000. Hanya kalangan terkaya dalam masyarakat yang menikmati hasil pertumbuhan ekonomi, tambahnya.

Setelah Perang Dunia II, negara-negara Barat mengalami 50 tahun kemajuan menuju masyarakat yang lebih sosial-demokratis, tetapi harapan mereka untuk memiliki standar hidup yang layak dan memiliki rumah sendiri kini telah sirna.

"Gagasan tentang perkembangan, soal keyakinan bahwa anak-anak saya akan memiliki kehidupan yang lebih baik daripada saya, telah lenyap dari masyarakat Barat. Gagasan itu telah digantikan oleh konsentrasi kekayaan di tangan orang-orang yang sangat kaya serta oleh suasana sosial yang diwarnai oleh atavisme, kebencian terhadap orang luar, xenofobia, dan rasisme," kata Murray.

Dia berpendapat bahwa meningkatnya sentimen xenofobia di Eropa itu merupakan salah satu penyebab konflik di Ukraina.

"Hal itu memicu ketegangan, serta langkah-langkah anti-Rusia yang ditujukan terhadap budaya Rusia dan populasi berbahasa Rusia di Ukraina, yang pada akhirnya memicu perang saudara dan kemudian berkembang menjadi konflik lebih luas," ujar Craig Murray.

Xenofobia merupakan rasa takut, benci, dan tidak suka berlebihan terhadap kelompok asing maupun hal yang dianggap berbeda dari kelompoknya sendiri. Xenofobia berasal dari Bahasa Yunani, xenos yang berarti orang asing dan phobos berarti ketakutan.

Sumber: Sputnik