Tertahan di Bandara Soetta, Keluarga Calon Jemaah Umrah Asal Kuningan Datangi Kantor Al-Zamzami
taufik ismail August 03, 2026 09:33 PM

 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah keluarga bersama calon jemaah umrah kembali mendatangi kantor Yayasan Umrah dan Haji Al-Zamzami di Windusengkahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).

Kedatangan mereka untuk meminta kepastian jadwal keberangkatan 95 calon jemaah yang sebelumnya belum dapat diberangkatkan ke Tanah Suci, dan hingga kini masih menunggu realisasi komitmen dari pihak penyelenggara.

"Kabar kami terima hingga sekarang, Senin (3/8/2028) ada sekitar 30 calon jemaah yang bertahan di Jakarta sambil menunggu kepastian keberangkatan dari pihak travel," kata Bilal yang juga perwakilan keluarga calon jemaah umrah.

Alasan mendatangi kantor travel dan umrah itu karena calon jemaah harus mengeluarkan biaya tambahan untuk akomodasi dan kebutuhan sehari-hari selama menunggu informasi lanjutan. 

"Kami datang ke kantor Al-Zamzami untuk meminta kejelasan. Masih ada sekitar 30 orang yang bertahan di Jakarta. Ada yang menginap di hotel, ada juga yang tinggal di rumah kerabat. Tentunya mereka harus mengeluarkan biaya sambil menunggu kepastian berangkat," kata Bilal.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Al-Zamzami, kata Bilal, pihak penyelenggara menyampaikan masih mengupayakan agar seluruh calon jemaah dapat diberangkatkan pada 4 atau 5 Agustus 2026.

"Setelah berdiskusi, pihak travel mengatakan masih mengusahakan agar seluruh jemaah bisa diberangkatkan tanggal 4 atau 5 Agustus," katanya.

Pihak Yayasan Umrah dan Haji Al-Zamzami menyatakan masih terus mengupayakan keberangkatan seluruh jemaah sesuai jadwal yang telah disampaikan dalam pertemuan dengan keluarga calon jemaah.

Sekadar informasi, kabar jemaah umrah Kuningan tertunda akibat kendala teknis, mendapat perhatian Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar.

Terlebih jumlah jemaah umrah itu cukup banyak sekitar 95 jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan keterangan bahwa penyelenggara travel, sebanyak 124 jemaah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, 29 jemaah yang menggunakan maskapai Garuda Indonesia berhasil diberangkatkan sesuai jadwal karena visa mereka telah terbit lebih dahulu.

Sementara itu, 95 jemaah yang dijadwalkan berangkat menggunakan maskapai Saudi Airlines pada Jumat malam pukul 21.40 WIB mengalami penundaan akibat gangguan teknis pada sistem penerbitan visa di Arab Saudi.

Visa baru terbit sekitar pukul 22.00 WIB atau setelah jadwal keberangkatan pesawat, sementara maskapai tidak dapat menunda penerbangan.

Bupati Dian, meminta kepastian keberangkatan. Pihak travel menyanggupi bahwa keberangkatan ulang akan dilakukan secara bertahap dalam dua gelombang dan ditargetkan selesai paling lambat 5 Agustus 2026.

Pembagian gelombang dilakukan karena keterbatasan ketersediaan kursi penerbangan pada awal Agustus.

"Kami tentu prihatin atas kejadian tersebut dan berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Mudah-mudahan ada hikmahnya dan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi pada masa yang akan datang,” ujarnya.

Bupati Dian menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi selama menunggu keberangkatan.

“Khusus kepada pihak travel, ini harus menjadi pembelajaran agar lebih berhati-hati dan antisipatif dalam penyelesaian administrasi pemberangkatan. Tolong penuhi hak-hak para jemaah agar mereka segera berangkat ke Tanah Suci sesuai kesepakatan yang telah dibuat,” katanya.

Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa Kasubdit Pembinaan Umrah Kementerian Agama RI turut turun tangan membantu penyelesaian persoalan tersebut.

Menurutnya, Kementerian Agama RI juga menawarkan bantuan pengadaan tiket sebagai langkah percepatan, meskipun pemberangkatan tetap harus dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan penerbangan.

"Idealnya pihak travel agar terus membangun komunikasi yang terbuka dan persuasif kepada para jemaah maupun keluarganya sehingga situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat," kata petugas Kementerian Haji dan Umrah Kuningan.

Baca juga: 95 Jemaah Umrah Asal Kuningan Tertunda ke Tanah Suci, Bupati Minta Travel Penuhi Hak Jemaah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.