Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Jakarta mencapai 55,47 persen pada Juni 2026, naik 1,62 persen poin dibandingkan Mei 2026 atau secara bulanan.
"Secara tahunan juga meningkat sebesar 3,12 persen poin," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Senin.
Sementara itu, untuk TPK hotel non-bintang dan akomodasi lainnya pada Juni 2026 tercatat sebesar 40,65 persen, atau turun 0,26 persen poin secara bulanan dan turun 0,22 persen poin secara tahunan.
Kemudian, rata-rata lama menginap tamu hotel (RLMT) untuk hotel bintang pada Juni 2026 tercatat sebesar 1,6 malam, turun 0,02 poin secara bulanan, namun naik 0,06 poin secara tahunan.
"Artinya, ini antara satu dan dua malam para tamu menginap di hotel, lebih banyak dua malamnya," ujar Kadarmanto.
Di sisi lain, RLMT hotel non-bintang dan akomodasi lainnya mencapai 1,32 malam, turun 0,00 poin secara bulanan dan turun 0,02 secara tahunan.
"Masih antara satu dan dua malam, tetapi mayoritas ada di satu malam," tutur Kadarmanto.
Lebih lanjut, proporsi tamu hotel bintang pada Juni 2026 didominasi oleh tamu Indonesia sebesar 89,39 persen, sedangkan sisanya merupakan tamu asing.
Berdasarkan preferensi kelas, hotel bintang tiga menjadi favorit atau pilihan utama tamu Indonesia, dengan proporsi sebesar 35,47 persen untuk tamu Indonesia, sedangkan tamu asing lebih memilih tinggal di hotel bintang lima dengan proporsi mencapai 42,78 persen.
"Kelihatannya tamu asing ini lebih menyukai kenyamanan, fasilitas, maka memilih bintang lima, atau ini seiring dengan nilai tukar rupiah yang cenderung naik, atau menjadi pertanda harga hotel di Indonesia ini lebih sedikit murah bagi tamu asing," papar Kadarmanto.





