TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Seorang nenek warga RW 04, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur menjadi korban garong bersenjata tajam, Minggu (2/8/2026) pukul 13.00 WIB.
Dalam aksinya pelaku melilitkan lakban pada bagian wajah, kedua tangan, dan kaki korban Hartati (61), lalu menggasak uang tunai Rp600 ribu, satu handphone, dan dua anting emas.
Hartati mengatakan kejadian bermula ketika dia baru saja menunaikan ibadah Salat Zuhur di rumahnya mendapati pelaku mengendap-endap masuk ke arah ruang kamar tidur.
"Pas sudah selesai salat ada orang masuk lewat belakang saya. Saya tanya, 'siapa tuh'? Awalnya saya kira anak saya, tapi ternyata bukan," kata Hartati di Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026).
Kala itu pelaku yang mengenakan tudung jaket dan penutup wajah seketika memerintahkan agar Hartati untuk bangkit, lalu memaksa korban berjalan masuk ke kamar tidur.
Di ruang kamar tidur tersebut pelaku seketika menodongkan sebilah golok ke arah Hartati, seraya melontarkan ancaman akan membunuh korban bila melakukan perlawanan.
Tidak hanya mengancam, pelaku meilitkan lakban cokelat pada bagian wajah, kedua tangan, serta kedua kaki sehingga korban kesulitan bergerak dan hanya bisa berbaring di kasur.
"Terus dia lihat ada dompet di samping tempat tidur. Dia bilang, 'Serahin uangnya, keluarin semua!'. Di dompet itu ada uang Rp600.000. Dompet ibu kasih, tapi kartu ATM, KTP, BPJS, e-money enggak," ujarnya.
Hartati menuturkan pelaku juga memaksa dirinya menyerahkan dua anting emas yang dia kenakan saat kejadian, serta satu unit telepon genggam miliknya kepada pelaku.
Dalam keadaan diancam sebilah golok, Hartati yang saat kejadian seorang diri di dalam unit kontrakan mengaku tidak berani berteriak karena khawatir keselamatan nyawanya.
Nenek dua orang cucu yang sehari-harinya berjualan nasi uduk itu baru dapat melepaskan diri dari lilitan lakban, beberapa saat setelah pelaku melarikan diri membawa hasil kejahatan.
"Pas dia pergi ibu loncat-loncat turun dari tempat tidur. Kebetulan di dapur ada pisau, Ibu putusin lakban di kaki. Terus buru-buru ke rumah RT, itu masih pakai mukena dan ada lilitan lakban di muka," tuturnya.
Oleh warga sekitar, Hartati kemudian diantar ke Polsek Cakung untuk membuat laporan dalam keadaan masih mengenakan mukena dan terdapat lilitan lakban di wajah.
Kepada jajaran Polsek Cakung, Hartati mengaku mengenali pelaku karena saat kejadian pelaku sempat melepaskan penutup wajah dan meninggalkan di ruang kamar tidur korban.
Pelaku merupakan Marhum (58) alias Bang Jack alias Maung, warga Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung yang diketahui tinggal tak jauh dari tempat tinggal korban.
"Ibu di RT 01, dia di RT 02. Namanya Marhum, tapi panggilannya Maung atau Bang Jack. Sebelum kejadian sebenarnya sudah ada warga yang ingetin ibu buat hati-hati kalau ada dia," lanjut Hartati.
Berdasarkan keterangan Hartati itu, hanya dalam waktu hitungan jam jajaran Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cakung kemudian meringkus pelaku di tempat tinggalnya.
Pelaku diamankan dengan barang bukti sejumlah uang hasil rampasan, satu unit handphone, dua anting milik Hartati, dan sebilah golok digunakan untuk mengancam Hartati.
Kini Maung masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus pencurian dengan kekerasan dilakukan, kasusnya ditangani jajaran Unit Reskrim Polsek Cakung.
"Sebelum Asar sudah langsung ditangkap sama polisi. Di Polsek Cakung ibu langsung marahin dia, 'Kamu tega ya! Kamu nggak lihat Ibu sudah tua begini masih kamu tegain?" kata Hartati.
Baca juga: Minimarket di Jaktim Dibobol Rampok, Pegawai Diancam Senjata Api dan Golok
Baca juga: Terlilit Utang, Ibu Rumah Tangga Coba Rampok Toko Emas di Makassar, Siapkan Botol Minyak Tanah
Baca juga: Wahyudin Moridu Ngaku Diperas, Pasrah Video Bilang Rampok Uang Negara Disebar Karena Tak Ada Uang