Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nasib tujuh ekor kuda yang ikut dalam perjalanan KMP Mutiara Sentosa 2 kini belum diketahui setelah kapal yang mereka tumpangi terbakar dalam perjalanan menuju Makassar, Sulawesi Selatan.
Tujuh kuda tersebut dibawa dari Surabaya oleh Arif Hidayat (47) dan istrinya, Denik Rohana (31), warga Mbarsari, Gambiran, Prigen, Kabupaten Pasuruan, untuk dikirim ke Makassar.
Dari tujuh kuda tersebut, salah satunya pernah meraih juara dalam kejuaraan nasional.
Selain kehilangan tujuh kuda, Arif dan Denik juga masih menanti kabar dua rekannya, Verdi (20) dan Trala (40),warga Jeneponto, Sulsel yang belum ditemukan setelah insiden kebakaran tersebut.
Denik menuturkan, saat kejadian suaminya tengah memberi makan kuda. Ia kemudian melihat adanya api dan meminta Arif mengecek sumber kebakaran.
“Suami saya lagi ngasih makan kuda. Kan ngawal kuda ke Sulawesi. Tujuh ekor. Terus lihat api, saya suruh cek. Coba lihat barangkali ada kebakaran tau apa di bawah,” ujar Denik Rohana (31) ditemui di Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8/2026).
Ia menyebut api berasal dari truk, namun belum memastikan muatan kendaraan tersebut.
Denik menyebut, saat kejadian seluruh penumpang menggunakan pelampung meski tidak terdengar alarm tanda bahaya.
“Alarm tidak ada tapi kalau peringatan ABK ada. Ya teriak “kebakaran, kebakaran” terus disuruh keluar di dek depan. Sudah parah, udah hitam semua nggak kelihatan,” ungkapnya.
Baca juga: Update Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, 231 Selamat & 5 Meninggal, 9 Kapal dan Nelayan Terus Evakuasi
Mereka terbawa arus. Tidak ada benda pegangan. Dihantam ombak dan terpisah. Hingga akhirnya mendapat bantuan kapal penyelamatan.
Arif mengatakan, perjalanan ke Sulawesi bukan kali pertama. Sering kali keperluannya mengirim kuda-kuda yang telah dibeli pemesan ke Makasar. Kali ini rombongan Arif berangkat dari Surabaya menggunakan satu kendaraan.
“Kita jual beli kuda. Jadi ya kalau udah laku tinggal ngirim. Bukan peternak, pedagang. Ini kan sudah punya orang lain. Sudah dibayar,” sebutnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, salah satu kuda tersebut diberi nama kuda Raja Permata, satu satunya yang mewakili Sulawesi Selatan dan meraih juara dalam kejuaraan nasional.
“Berangkat naik mobil L300. Kuda terdaftar karantina. Kerugian 300 juta. Mobil sama 7 kuda. Yang jelas rugi. Mobilnya juga habis,” tambahnya.
Setelah berhasil diselamatkan dan mendarat di GSN Surabaya pukul 11 malam, Arif dan Denik dipindah ke fasilitas penginapan.
Namun, pasutri tersebut mengaku masih khawatir dan resah sebab tak mendapatkan kabar dari dua rekan lainnya.
“Ini teman masih dua yang belum ketemu. Iya, 4 orang. Satu mobil itu. Ya untuk sementara ini kan kita kepengin tahu di mana kan teman kami. Kalau masalah yang lainnya kan saya ngikut yang lainnya gitu aja,” tutup Arif.
Baca juga: Sosok Sri Indratmo Wijaya, Korban Meninggal Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Istri Sedang Hamil