WARTAKOTALIVE.COM - Survei Elektabilitas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump anjlok menjelang pemilihan paruh waktu (midterm election) yang akan digelar pada November mendatang.
Angka kepuasan publik yang didapat Donald Trump selama 1,5 tahun memimpin AS ini bahkan lebih anjlok dari yang didapat Presiden RI Prabowo Subianto.
Penurunan tersebut bahkan terjadi di sejumlah negara bagian yang selama ini menjadi basis kuat Partai Republik dan berhasil dimenangkan Trump dengan selisih suara dua digit pada Pemilu Presiden 2024.
Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis Civiq yang melibatkan lebih dari 120.000 pemilih dari 11 negara bagian.
Sejak 20 Januari 2025 tingkat persetujuan nasional terhadap Trump hanya mencapai 36 persen, sementara 59 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap kinerjanya.
Dengan hasil tersebut, Trump mencatat peringkat persetujuan bersih (net approval) sebesar minus 24 poin, atau selisih antara responden yang menyatakan setuju dan tidak setuju terhadap kinerja presiden.
Meski Trump masih memperoleh dukungan lebih besar di negara-negara bagian yang menjadi basis Partai Republik, tren terbaru menunjukkan tingkat kepuasaan masyarakat terus mengalami penurunan dibandingkan awal masa jabatan keduanya.
Data Civiqs yang dikutip News Week menunjukkan, ketika Trump dilantik pada Januari 2025, tingkat persetujuannya masih berada di angka positif di seluruh negara bagian yang dimenangkannya dengan selisih lebih dari 10 persen pada Pemilu 2024.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kondisi tersebut berubah. Sedikitnya 11 negara bagian kini mencatatkan tingkat persetujuan bersih negatif terhadap Trump.
Tidak beda, jauh angka kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga menurun tajam.
Namun angka kepuasan publik Prabowo jauh lebih banyak dari Donald Trump yakni mencapai 51 persen.
Penurunan ini berhubungan kuat dengan penilaian publik atas kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Di tiga aspek ini, angka penilaian publik pun menurun. Tren penurunan kepuasan publik konsisten sejak tahun lalu.
Baca juga: Dasco Respons Survei SMRC soal Penurunan Kepuasan Publik terhadap Prabowo
Turunnya angka kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo itu terlihat dari survei terbaru oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis, Minggu (26/7/2026).
Dari hasil survei terbaru itu, publik yang merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo sekitar 51 persen, sedangkan yang kurang atau tidak puas mencapai 46,9 persen.
”Dengan margin of error 3,7 persen, tidak bisa disimpulkan bahwa yang lebih banyak adalah yang menilai puas atau sebaliknya, tidak puas,” ujar Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani.
Yang jelas, angka itu menurun dibandingkan survei SMRC periode November 2025 dan Maret 2026.
Padahal November 2025, angka kepuasan pada kinerja Prabowo masih tinggi atau mencapai 81,2 persen, sedangkan pada survei Maret, 66,4 persen.
“Jadi, konsisten turunnya,” ucapnya.
(Wartakotalive.com/DES/Tribunnews.com)