1000 Bendera Merah Putih Menjadi Penyala Semangat Kebangsaan di Temajuk
Try Juliansyah August 03, 2026 09:46 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Mentari pagi baru saja muncul ketika warga mulai memadati kawasan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu, 1 Agustus 2026. 

Anak-anak, orang tua, hingga tokoh masyarakat berkumpul di halaman yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Tak ada panggung hiburan ataupun kedatangan pejabat yang mereka tunggu. Pagi itu, perhatian warga hanya tertuju pada selembar kain merah putih yang akan dibagikan.

Bagi masyarakat Temajuk, Bendera Merah Putih bukan sekadar lambang negara.

Di wilayah yang berada di ujung utara Pulau Kalimantan itu, bendera menjadi simbol bahwa mereka tetap menjadi bagian yang utuh dari Indonesia.

Suasana berubah ketika tim Ekspedisi Merah Putih tiba membawa 1.000 Bendera Merah Putih.

Tepuk tangan warga pecah. Mereka berbondong-bondong mendekat untuk menerima bendera yang nantinya dipasang di rumah masing-masing sepanjang bulan kemerdekaan.

Ketua Rumah Jurnalis, Achmad Mundzirin, mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu besar.

Awalnya, pembagian bendera hanya direncanakan sebagai simbol peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus memasang sebagian bendera di kawasan perbatasan.

Baca juga: Sambas Perkuat Kerjasama Dengan Pemkot Singkawang Bangun Potensi Daerah

"Awalnya kami hanya berencana menyerahkan 1.000 bendera dan memasang sebagian di kawasan perbatasan. Tapi ternyata antusiasme masyarakat luar biasa. Kami datang tidak membawa apa-apa selain bendera dan sejuta harapan agar kedaulatan NKRI tetap terjaga," ujarnya.

Bangga Tinggal di Beranda Negeri

Di tengah keramaian, Hesti menggenggam erat Bendera Merah Putih yang baru diterimanya. Warga Temajuk itu mengaku bangga melihat ratusan bahkan ribuan bendera berkibar di kampung halamannya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menghadirkan semangat kebersamaan yang jarang ditemui.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan, kehadiran ribuan bendera menjadi pengingat bahwa mereka berada di garda terdepan Indonesia.

"Bagi kami masyarakat yang tinggal di perbatasan, kegiatan ini sangat berkesan. Senang dan bangga sekali bisa melihat semangat kebersamaan dan bendera Merah Putih berkibar di perbatasan kita," katanya.

Hesti berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap Agustus. Ia ingin semangat yang sama tetap tumbuh di kalangan generasi muda agar rasa cinta terhadap Indonesia terus terjaga, terutama bagi mereka yang hidup berdampingan dengan negara tetangga.

Di Temajuk, nasionalisme tidak selalu diwujudkan melalui upacara atau pidato.

Bagi sebagian warga, rasa cinta kepada Tanah Air cukup hadir lewat Bendera Merah Putih yang berkibar di depan rumah, menjadi penanda bahwa di beranda terdepan Indonesia, semangat kebangsaan tetap hidup.

Melalui kolaborasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Kalimantan Barat ikut berpartisipasi dalam pembagian 1.000 Bendera Merah Putih sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sales Area Manager Kalimantan Barat Pertamina Patra Niaga, Widhi Tri Adhi Hidayat, menilai kawasan perbatasan menjadi tempat yang tepat untuk menumbuhkan sekaligus menjaga semangat kebangsaan.

"Hari ini kami bersama Rumah Jurnalis, TNI, Polri, pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat mengibarkan serta membagikan 1.000 Bendera Merah Putih di Pos Lintas Batas Temajuk," katanya.

Menurut Widhi, semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembagian bendera. Pertamina juga menyiapkan program tanggung jawab sosial (CSR) berupa perbaikan fasilitas umum yang diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat potensi pariwisata di Temajuk.

Meski demikian, hal yang paling membekas baginya adalah sambutan masyarakat yang dinilai begitu hangat.

"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat. Antusiasmenya luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua karena di wilayah terdepan NKRI, semangat nasionalisme masyarakat masih sangat tinggi," ujarnya.

Nasionalisme dari Beranda Terdepan

Bagi Kepala Desa Temajuk, Agil Firmansyah, pengibaran dan pembagian ribuan Bendera Merah Putih di kawasan perbatasan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar seremoni. 

Sebagai desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia, rasa cinta kepada Indonesia menjadi nilai yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Melalui kegiatan pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih ini tentunya dapat meningkatkan jiwa nasionalisme masyarakat yang berada di perbatasan demi menjaga kedaulatan negara," katanya.

Agil mengaku terharu melihat antusiasme warga yang telah memadati lokasi kegiatan sejak pagi. Menurutnya, kehadiran masyarakat menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap Indonesia tetap kuat meski mereka tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Di balik semarak Merah Putih yang memenuhi kawasan perbatasan, masyarakat Temajuk juga menyimpan harapan lain. 

Mereka menantikan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk kembali dibuka setelah berhenti beroperasi sejak pandemi COVID-19 pada 2019.

Penutupan tersebut membuat aktivitas perdagangan dan mobilitas warga lintas negara terhenti selama bertahun-tahun.

"Semoga bulan Agustus ini bisa segera diresmikan sehingga aktivitas masyarakat di perbatasan kembali berjalan lancar," kata Agil.

Menurutnya, beroperasinya kembali PLB Temajuk akan membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi desa.

Arus wisatawan diperkirakan kembali meningkat, sementara hasil laut dan berbagai produk lokal masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk dipasarkan ke Malaysia.

"Pembukaan PLB sangat diharapkan karena dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong perkembangan pariwisata di Temajuk," ujarnya.

Bagi masyarakat Temajuk, Merah Putih bukan sekadar berkibar setiap bulan Agustus. Di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, bendera itu menjadi pengingat bahwa mereka berada di beranda terdepan Indonesia. 

Semangat itu pula yang terus hidup, tumbuh bersama harapan akan pembangunan yang berkelanjutan dan terbukanya kembali pintu gerbang perbatasan yang selama ini dinantikan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.