TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kemacetan panjang kini menjadi bagian dari keseharian banyak pengendara, terutama di kota-kota besar maupun jalur antarwilayah yang padat kendaraan.
Selain menguras waktu dan tenaga, kondisi lalu lintas yang tersendat ternyata juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada kendaraan.
Mulai dari ban bocor, aki lemah, mesin mengalami overheat, hingga mobil mogok mendadak menjadi beberapa masalah yang kerap dialami pengendara setelah terjebak kemacetan dalam waktu lama.
Karena itu, pemilik kendaraan perlu mengetahui langkah yang tepat saat menghadapi kondisi darurat di jalan.
Baca juga: Kisah Ilham Calon Siswa Sekolah Rakyat Wonosobo, Sempat Mogok karena Diejek Ibunya Buta
Baca juga: Motor Mogok Jadi Awal Terbongkarnya Dugaan Tawuran Pelajar di Batang, Polisi Temukan Celurit
Menurut CEO Garasi.id, Ardy Alam, hal terpenting ketika kendaraan mengalami gangguan adalah tidak panik dan segera mengidentifikasi tingkat kerusakan yang terjadi.
Sebagai informasi, Garasi.id adalah platform e-commerce dan layanan digital otomotif roda empat di Indonesia.
"Yang perlu diketahui pengendara adalah apakah masalah tersebut masih bisa ditangani di lokasi atau justru membutuhkan evakuasi kendaraan. Jangan memaksakan kendaraan tetap berjalan jika kondisinya sudah tidak aman," ujar Ardy dalam keterangan tertuli Senin (3/8/2026).
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengendara adalah tetap memaksakan kendaraan berjalan meski sudah menunjukkan gejala kerusakan serius.
Menurut Ardy, keputusan tersebut justru berpotensi memperparah kerusakan dan meningkatkan biaya perbaikan.
"Banyak pengendara berpikir masih bisa melanjutkan perjalanan sedikit lagi.
Padahal dalam beberapa kasus, memaksakan kendaraan berjalan justru membuat kerusakan menjadi lebih besar," katanya.
Jika kendaraan sudah tidak memungkinkan untuk digunakan, solusi paling aman adalah melakukan evakuasi menggunakan layanan towing menuju bengkel atau lokasi yang diinginkan.
Persiapkan Bantuan Darurat Sebelum Dibutuhkan
Selain melakukan perawatan rutin, pengendara juga disarankan memiliki akses terhadap layanan bantuan darurat kendaraan.
Layanan seperti towing, jumper aki, penggantian ban, pengantaran bahan bakar, hingga bantuan ketika kunci tertinggal di dalam mobil dapat menjadi penyelamat saat menghadapi situasi tak terduga di jalan.
Melalui layanan Towing Express, Garasi.id membantu proses evakuasi kendaraan secara cepat dan aman menggunakan jaringan partner towing yang tersedia secara nasional selama area layanan terjangkau.
Kendaraan dapat diantarkan ke lokasi yang diinginkan pelanggan, baik ke rumah, bengkel langganan, maupun bengkel rekanan Garasi.id.
Biaya layanan towing dihitung berdasarkan jarak pengantaran, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengendara.
Namun, bagi pengendara yang menginginkan perlindungan lebih menyeluruh, pihaknya juga menghadirkan program berlangganan yang bernama Asisten Darurat.
Layanan ini dirancang untuk memberikan rasa tenang ketika menghadapi berbagai situasi tak terduga di jalan, tanpa perlu khawatir mencari bantuan saat kondisi darurat terjadi.
Menurut Ardy banyak pengendara baru mencari bantuan setelah kondisi kendaraan benar-benar tidak bisa ditangani sendiri.
Padahal, memiliki akses terhadap layanan darurat sejak awal dapat membantu pengendara mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat.
"Banyak pengendara berpikir, 'sedikit lagi sampai'. Padahal, keputusan tersebut justru bisa membuat kerusakan semakin besar.
Mengenali kapan kendaraan masih bisa ditangani di lokasi dan kapan harus segera dievakuasi adalah bagian penting dari keselamatan berkendara," ujar Ardy.
Melalui skema ini, pengendara jadi memiliki solusi untuk situasi darurat yang terjadi pada kendaraan saat di perjalanan, sehingga perjalanan tetap terasa lebih aman dan tenang meski harus menghadapi kemacetan panjang yang kini semakin sering terjadi.
Dengan persiapan yang baik, pengendara tidak hanya dapat mengurangi risiko kerusakan yang lebih parah, tetapi juga membuat perjalanan terasa lebih aman dan nyaman meski harus menghadapi kemacetan panjang maupun perjalanan jarak jauh.
Sebab pada akhirnya, keselamatan dan ketenangan selama berkendara bukan hanya ditentukan oleh kondisi jalan, tetapi juga kesiapan pengemudi dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi kapan saja. (*)