Derita Berlapis IRT di Buton Selatan Ditemukan Meninggal Dunia, Sakit Menahun hingga Alami Depresi
Aqsa August 03, 2026 09:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BUSEL - Ibu rumah tangga (IRT), H, ditemukan meninggal dunia, di Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga, Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penemuan jasad korban dalam kondisi mengenaskan pada Minggu (02/08/2026) sekitar pukul 06.10 Wita itu sontak mengejutkan warga sekitar. 

Piket jaga Kepolisian Sektor atau Polsek Batauga, serta Bhabinkamtibmas setempat awalnya menerima laporan dari warga berinisial N.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort (Kasi Humas Polres) Buton, Iptu Abdul Rahman, Senin (03/08/2026).

Petugas polsek yang berada di bawah naungan Polres Buton yang menerima laporan tersebut segera mendatangi lokasi. 

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 06.20 Wita, jasad korban sudah dalam posisi dibaringkan usai dievakuasi warga. 

Aparat kepolisian langsung berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Batauga, melakukan olah TKP, serta pemeriksaan saksi-saksi.

Baca juga: Warga Padati Layar Benteng Final Chapter di Benteng Sorawolio Baubau, Merawat Ingatan Budaya Buton

Penelusuran kepolisian dan keterangan dari pihak keluarga membuka tabir penderitaan berlapis yang dipikul korban dalam diam. 

Berdasarkan keterangan adik korban, N, dihadapan polisi, dia dan H masih berbelanja bersama di salah satu kios di Laompo.

Pada Sabtu (01/08/2026) petang menjelang Magrib atau beberapa jam sebelum ditemukan tewas pada keesokan harinya.

Tidak ada gelagat aneh yang kasat mata, sebelum akhirnya N kembali ke rumahnya di Kota Baubau selepas salat Magrib.

Pusat dan kota utama di Pulau Buton, Provinsi Sultra, ini berjarak 16-17 kilometer (km) atau 28-30 menit berkendara ke Batauga, ibu kota Kabupaten Busel.

Meski demikian, menurut N, bahwa akhir-akhir ini korban menunjukkan perubahan psikologis yang signifikan. 

Korban kerap tampak memikirkan banyak hal, merasakan kecemasan yang berlebihan.

Bahkan, berulang kali menitipkan pesan kepada adiknya agar menjaga anak-anaknya karena merasa sudah ‘tidak kuat lagi’.

“Akhir-akhir ini saksi melihat korban seperti banyak yang dipikirkan  atau selalu merasa cemas berlebihan,” kata Iptu Abdul.

“Dan korban selalu berbicara kepada saksi untuk menjaga anaknya karena korban berbicara sudah tidak kuat lagi,” lanjutnya.

Beban psikologis tersebut ternyata tidak berdiri sendiri. 

Korban diketahui tengah menghadapi pergumulan berat dengan kondisi fisiknya. 

Selama enam bulan terakhir, korban rutin menjalani kontrol medis di RSUD Palagimata, Baubau.

Akibat penyakit sinus yang dideritanya, ditambah dengan keluhan sakit lambung.

Kemurungan korban juga sempat tertangkap oleh ipar sekaligus tetangganya, A.

Beberapa hari sebelum kejadian, A sempat mendengar suara tangisan dari kediaman korban.

Baca juga: Penyebab 2 Kios Pasar Sore di Buton Terbakar, Diduga Korsleting Sehari Usai Ganti Meteran Listrik

Diapun segera mendatangi serta menenangkan korban.

Pihak kepolisian masih mendalami dugaan kasus korban mengakhiri hidupnya sendiri tersebut.(*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

DISCLAIMER: 

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita.

Konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.