Nasib Warga Lebak Tinggal di Rumah Reyot, Dikunjungi Camat Cileles Tapi Tak Beri Bantuan
Abdul Rosid August 03, 2026 10:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Camat Cileles, Tatang Supriatna, didampingi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), mengunjungi kediaman Nengsih Mulya Ningsih (45), warga Kampung Cimurutu, Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Senin (3/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah kondisi rumah yang ditempati Nengsih bersama suami dan dua anaknya menjadi sorotan. Keluarga tersebut diketahui tinggal di sebuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berukuran sekitar 4x4 meter.

Pantauan TribunBanten.com di lokasi menunjukkan kondisi rumah tersebut sangat memprihatinkan. Sebagian dinding rumah sudah bolong dan lapuk sehingga tidak lagi layak dihuni.

Rumah itu masih menggunakan atap genteng. Namun, kayu penyangga di bagian dalam terlihat rapuh dan dikhawatirkan sewaktu-waktu ambruk.

Baca juga: Tol Seksi Dua Cikulur-Cileles Kembali Ditutup, Mulai Beroperasi Penuh Semester 2 Tahun Ini 

Di dalam rumah tampak sebuah tempat tidur yang berada tepat di samping dinding berlubang. Kondisi tersebut membuat angin bebas masuk ke dalam rumah.

"Iya, sudah berkunjung ke rumah Ibu Nengsih tadi siang. Pak Camat datang bersama pendamping PKH dan lainnya," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada TribunBanten.com.

Menurutnya, kedatangan Camat Cileles hanya sebatas melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah tanpa memberikan bantuan kepada keluarga tersebut.

Bahkan, kata dia, Camat Cileles sempat menyebut nama jurnalis TribunBanten.com terkait kondisi rumah tersebut dan menilai informasi yang disampaikan tidak sesuai fakta.

"Cuma ngecek doang. Katanya ke sini juga belum bisa ngasih apa-apa. Terus nyebut nama yang kasih informasi, katanya tidak sesuai fakta," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Cileles Tatang Supriatna membenarkan bahwa dirinya telah mengunjungi rumah Nengsih. 

Ia menyebut kunjungan tersebut dilakukan atas arahan Asisten Daerah (Asda) III Pemerintah Kabupaten Lebak.

"Ya, saya hanya memastikan saja karena saya belum tahu rumahnya. Sesuai perintah Pak Asda III saya turun ke lapangan," kata Tatang saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Tatang mengaku belum dapat memberikan bantuan kepada keluarga Nengsih karena seluruh bentuk bantuan masih dalam tahap pengusulan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak.

"Belum ada, karena baru mau diajukan. Kata Pak Asda mau diusulkan ke Pak Bupati, termasuk ke BAZNAS," ujarnya.

Selain bantuan sosial, pemerintah juga berencana mengusulkan perbaikan rumah Nengsih melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Katanya untuk rumah mau diusulkan ke BSPS," ucapnya.

Pada saat ditanya mengapa menyalahkan orang yang memberikan informasi soal RTLH tersebut? 

Tatang menyampaikan permohonan terkait ucapannya tersebut.

Sebelumnya, Nengsih mengaku sudah lima tahun tinggal di rumah tersebut bersama keluarganya.

"Sudah lima tahun kami menempati rumah ini. Saya, suami, sama dua anak. Iya, dindingnya bolong," kata Nengsih saat ditemui di kediamannya, Minggu (2/8/2026). 

Ia mengatakan, saat musim hujan tiba, atap rumah kerap bocor sehingga air masuk ke dalam rumah.

"Iya, kalau hujan suka bocor. Terus angin juga masuk karena dindingnya bolong," ujarnya.

Nengsih mengaku bukan tidak ingin memperbaiki rumahnya. Namun, keterbatasan ekonomi membuat keluarganya belum mampu membangun rumah yang lebih layak.

"Bukan tidak mau, cuma mau bagaimana lagi. Penghasilan suami pas-pasan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Suami Nengsih bekerja sebagai penyadap karet milik orang lain. Dalam sepekan, penghasilannya sekitar Rp100 ribu. Sesekali ia juga bekerja sebagai buruh angkut kayu untuk menambah penghasilan.

"Nyadap karet, kadang jadi kuli angkut kayu. Ya Alhamdulillah kami syukuri saja," ucapnya.

Terkait bantuan pemerintah, Nengsih mengaku masih menerima bantuan dari pemerintah desa. Namun, ia tidak terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

"Ada bantuan dari desa, cuma kalau PKH tidak dapat," katanya.

Nengsih berharap Pemerintah Kabupaten Lebak dapat membantu memperbaiki rumahnya agar keluarganya memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

"Semoga pemerintah bisa membantu kami dan peduli kepada warga yang tidak mampu. Mau mengadu ke siapa lagi kalau bukan kepada pemerintah," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.