Pengaruh China Kian Besar! Analis Sebut Iran dan Pakistan Makin Kuat Hadapi Israel Berkat Beijing
Wahyu Gilang Putranto August 03, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pengaruh China terhadap kapabilitas militer Iran dan Pakistan dinilai semakin besar di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di Timur Tengah dan Asia Selatan.

Penilaian itu disampaikan analis geopolitik Sergio Restelli dalam laporannya yang dimuat Times of Israel.

Menurutnya, pendekatan China berbeda dengan Amerika Serikat maupun Rusia yang umumnya membangun pengaruh melalui aliansi militer atau pengerahan pasukan.

Sebaliknya, Beijing lebih memilih memperluas pengaruhnya lewat kerja sama industri pertahanan, transfer teknologi, investasi ekonomi, serta kemitraan strategis jangka panjang.

Dalam laporannya, Restelli menyebut China berhasil membangun pengaruh yang luas tanpa harus menempatkan pasukan di kawasan konflik.

Menurutnya, Beijing memanfaatkan ekspor persenjataan, teknologi dwiguna (dual-use technology), kerja sama industri, investasi ekonomi, hingga perlindungan diplomatik untuk memperkuat negara-negara mitranya.

"Tidak seperti Amerika Serikat atau Rusia, China membangun pengaruh melalui transfer senjata, teknologi dwiguna, kerja sama industri, investasi ekonomi, dan perlindungan diplomatik," tulis Restelli, dikutip dari FM Bharat.

Ia menilai pendekatan tersebut telah meningkatkan kemampuan negara-negara yang dalam banyak isu memiliki kepentingan berbeda dengan Israel maupun Amerika Serikat.

Baca juga: Iran Dikabarkan Terima Ratusan Rudal Buatan China di Tengah Ancaman Baru Trump

Pakistan Jadi Mitra Militer Terdekat China

Laporan tersebut juga menyebut Pakistan merupakan salah satu contoh paling nyata dari strategi Beijing. Selama lebih dari tiga dekade, China disebut menjadikan Pakistan sebagai mitra militer paling dekat di kawasan.

Saat ini, Angkatan Udara Pakistan banyak mengoperasikan pesawat tempur buatan China, termasuk JF-17 Thunder dan J-10CE.

Sementara itu, Angkatan Laut Pakistan juga memperkuat armadanya dengan kapal selam dan fregat produksi China.

Selain itu, sistem rudal serta pertahanan udara Pakistan disebut berkembang melalui kerja sama teknologi dan industri pertahanan dengan Beijing.

Menurut Restelli, hubungan tersebut menunjukkan bahwa China tidak hanya berperan sebagai pemasok senjata, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan kemampuan militer Pakistan.

Hubungan Strategis China-Iran Terus Menguat

Selain Pakistan, China juga dinilai menjadi salah satu mitra strategis terpenting Iran. Meski Teheran selama bertahun-tahun menghadapi sanksi internasional yang membatasi impor senjata konvensional, kerja sama kedua negara tetap berkembang di berbagai sektor.

Restelli menjelaskan sejumlah perusahaan China memasok teknologi dwiguna, peralatan industri, dan komponen yang mendukung sektor industri strategis Iran.

Hubungan kedua negara semakin erat setelah penandatanganan perjanjian kerja sama strategis 25 tahun pada 2021.

Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan sektor energi, infrastruktur, teknologi, investasi, hingga kerja sama keamanan.

Menurut laporan itu, kemitraan tersebut memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendukung kapasitas industri yang berkaitan dengan pertahanan Iran.

Laporan itu juga menyoroti hubungan Iran dan Pakistan yang semakin erat, terutama dalam bidang keamanan perbatasan.

Kedua negara disebut membangun mekanisme koordinasi militer setelah beberapa kali terjadi ketegangan di wilayah perbatasan.

Selain meningkatkan komunikasi militer, Iran dan Pakistan juga memperluas pertukaran informasi intelijen mengenai kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di kawasan tersebut.

Restelli menilai posisi China menjadi sangat strategis karena memiliki hubungan pertahanan yang kuat dengan Islamabad sekaligus kemitraan jangka panjang dengan Teheran.

Menurutnya, meski belum terdapat bukti publik mengenai adanya kerja sama intelijen trilateral yang secara khusus ditujukan kepada Israel, hubungan tersebut menciptakan peluang pertukaran informasi melalui latihan militer bersama, dialog pertahanan, kerja sama teknologi, dan konsultasi keamanan.

Israel Diminta Mewaspadai Perubahan Keseimbangan Kawasan

Lebih lanjut, dalam laporannya, Sergio Restelli menilai semakin eratnya hubungan strategis antara China, Iran, dan Pakistan berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah dan Asia Selatan.

Menurutnya, perkembangan tersebut layak menjadi perhatian serius bagi Israel karena dapat memengaruhi dinamika keamanan kawasan dalam jangka panjang.

Restelli menjelaskan, Iran hingga kini masih memiliki jaringan kelompok sekutu di sejumlah negara seperti Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.

Di sisi lain, Pakistan merupakan salah satu negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia Islam serta memiliki kemampuan nuklir.

Kombinasi posisi strategis kedua negara tersebut dinilai dapat meningkatkan pengaruh mereka di kawasan apabila didukung oleh hubungan pertahanan dan teknologi yang semakin erat dengan China.

Laporan itu juga menyinggung adanya dugaan bahwa sebagian teknologi yang mendukung program nuklir Iran kemungkinan berasal dari Pakistan dengan dukungan tidak langsung dari China.

Namun, Restelli menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti konkret yang dapat mengonfirmasi dugaan tersebut sehingga hal itu masih sebatas analisis, bukan fakta yang telah terbukti.

Meski demikian, Restelli menilai hubungan strategis Beijing dengan Teheran dan Islamabad tetap perlu dicermati.

Menurutnya, kerja sama di bidang pertahanan, transfer teknologi, investasi industri, hingga konsultasi keamanan berpotensi memperkuat kemampuan militer kedua negara dan memengaruhi keseimbangan kekuatan di kawasan.

Karena itu, Israel dinilai perlu mengawasi perkembangan tersebut mengingat perubahan konstelasi geopolitik dapat berdampak pada perhitungan keamanan dan stabilitas regional di masa mendatang.

(Tribunnews.com / Namira)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.