BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kondisi terbaru Jalan Longsor di Desa Panangkalaan Amuntai HSU Kalsel, tak bisa digunakan lagi
Longsor terjadi di Desa Panangkalaan Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menyebabkan jalan desa yang masih aktif digunakan oleh warga tersebut akhirnya tak bisa digunakan lagi.
Rahen pemilik rumah yang berada tepat di samping jalan longsor mengatakan jalan tersebut turun secara bertahap. Awalnya sekitar empat hari lalu ada terdengar suara dari kanopi yang dibangunnya diatas jalan tersebut.
Hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk membongkar kanopi karena memang sudah ada firasat jalan tersebut mengalami penurunan posisi dari biasanya.
Baca juga: Jangkar Negeri Sakura Bergabung Barito Putera, Ini Sosoknya
Baca juga: BPKPAD Balangan Siapkan 42 Ribu SPPT dalam Program Pembayaran PBB-P2
“Dua hari lalu baru pada saat malam terdengar suara dan saat di cek jalan desa yang tepat berada di depan rumah saya ternyata longsor, saya kaget karena longsornya sangat dalam. masih beruntung karena bagian pondasi rumah tidak ikut longsor sehingga rumah masih aman,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Baca juga: Gempa Guncang Tabalong Kalsel Senin 3 Agustus 2026, Cek Kekuatan dan Pusat Getaran
Baca juga: Kesaksian Sopir Ambulans Evakuasi Kecelakaan Maut Mahasiswa KKN di Tanahbumbu: 6 Meninggal di Tempat
Pondasi jalan yang berada tepat di depan rumahnya membantu menahan agar pondasi rumah tidak ikut terkena longsor, namun kini dirinya bersama keluarga terpaksa menggunakan pintu samping untuk akses.
“Karena yang longsor tepat di depan pintu masuk, bahaya juga jika masih digunakan, anak saya masih kecil dan saya larang untuk mendekat area longsor,” ujarnya.
Jalan yang longsor lebih sekitar 20 meter dengan kedalaman ada yang hampir dua meter.
Rahen menambahkan pihaknya berharap adanya perbaikan karena jalan tersebut masih aktif digunakan biasanya untuk jamaah pengajian menuju masjid Panangkalaan.
Meskipun saat ini ada jalan alternatif yang merupakan jalan gang milik warga.
Posisi jalan yang longsor berada tepat berada di tepi aliran sungai Tabalong. Jalan tersebut selain untuk infrastruktur lalu lintas warga juga membantu menahan agar luapan air sungai Tabalong tidak banyak meluap ke area pemukiman pada saat musim penghujan.
Dari Polsek, Kecamatan, Aparat Desa dan Dinas PUPR sudah melakukan pengecekan lokasi dan memberi tanda garis polisi agar warga tidak melintasi jalan tersebut.
Tak Bisa Dianggarkan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sudah melakukan pengecekan langsung ke jalan Desa Panangkalaan Kecamatan Amuntai Utara yang mengalami longsor, Senin (3/8/2026).
Kondisi longsor memang cukup parah dengan panjang sekitar 20 meter dan kedalaman bervariasi hingga ada yang hampir dua meter.
Kepala Dinas PUPR Amos Silitonga mengatakan pihaknya bersama dengan pihak kecamatan, aparat desa dan Polsek Amuntai Utara telah melakukan peninjauan langsung.
“Untuk sementara dipasang tanda bahwa jalan tersebut tidak bisa dilintasi, jalan masih berpotensi untuk kembali terjadi longsor susulan hal ini juga menjadi kewaspadaan bagi rumah yang berada di bantaran sungai,” ujar Amos, Senin (3/6/2026).
Amos menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat desa, pasalnya jalan lain yang biasa digunakan sebagai jalan alternatif memang ada berupa jalan gang.
Namun jalan tersebut masih milik warga sehingga belum bisa dilakukan peningkatan kualitas. Sehingga perlu adanya tahapan untuk menyediakan jalan alternatif.
Sedangkan untuk jalan yang longsor memang sulit untuk dilakukan perbaikan menggunakan anggaran daerah mengingat lokasinya yang berada di tepi sungai, ditambah risiko besar terjadinya longsor lagi dan membutuhkan anggaran yang sangat besar.
(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)