TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Langkah nyata untuk membendung maraknya jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal yang meresahkan masyarakat terus bermunculan dari Kota Bandung. K
operasi Konsumen Solusi Kita Bersama secara resmi menegaskan komitmennya lewat gelaran Opening Ceremony yang berlangsung megah di Luxton Hotel, Bandung, beberapa waktu lalu.
Acara tersebut menjadi tonggak awal pergerakan ekonomi berbasis kerakyatan yang dikelola secara transparan, akuntabel, serta mengadopsi teknologi digital secara menyeluruh.
Pendirian lembaga ini berakar dari keprihatinan mendalam para pendiri terhadap kondisi finansial pekerja mereka.
Dalam temuan internal, terungkap bahwa mayoritas karyawan yang telah mengabdi lebih dari lima tahun masih belum memiliki tabungan, bahkan sebagian di antaranya terbelit utang pinjol.
Kondisi tersebut mendorong para pendiri untuk mengambil tindakan tegas demi memutus siklus persoalan keuangan di lingkungan terdekat mereka.
"Makanya kami buat koperasi ini supaya karyawan kami sejahtera. Namun seiring berjalannya waktu, kami berpikir bahwa scope (ruang lingkup) koperasi ini harus bisa diperluas agar membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas," ujar Manajer Operasional Koperasi Konsumen Solusi Kita Bersama, Arif Baharudin, 3 Agustus 2026.
Solusi atas tantangan finansial masyarakat modern tersebut dihadirkan melalui aplikasi unggulan bernama KLEA. Lewat ekosistem super-apps ini, setiap anggota dapat mengoperasikan beragam transaksi harian, seperti transfer dana, pembayaran tagihan bulanan, transaksi via QRIS, pembelian pulsa dan token listrik, hingga mengakses fitur tabungan, investasi, dan pengajuan pinjaman.
Tidak hanya itu, platform KLEA menyajikan akses keterbukaan arus kas dan laporan keuangan koperasi secara real-time, baik pada sektor simpanan maupun pinjaman. Keunggulan ini memudahkan seluruh anggota dalam menganalisis tingkat kesehatan lembaga sekaligus mengestimasi perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) saban tahunnya.
Inovasi berbasis sistem digital ini pun memantik respons yang sangat positif di jagat maya.
Di samping pemanfaatan teknologi, legalitas kelembagaan Koperasi Konsumen Solusi Kita Bersama dipastikan sangat kuat. Lembaga ini telah mengantongi Keputusan Menteri Hukum RI Nomor AHU-0017248.AH.01.29 TAHUN 2025 serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) resmi dari pemerintah.
Seluruh jajaran pengurus dan dewan pengawas juga telah teruji melalui Sertifikasi Kompetensi Resmi dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Profesi Perkoperasian Indonesia (LDP PPI). Hingga kini, kepercayaan masyarakat terbukti dari capaian total aset yang menembus Rp2,968 miliar dari 86 anggota aktif.
Inisiatif dari Bandung ini menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar institusi masa lalu, melainkan pondasi utama kekuatan ekonomi nasional di masa depan. Integrasi antara inovasi digital dan asas kekeluargaan yang berpatokan pada tata kelola koperasi yang baik (Good Cooperative Governance) menjadi kunci mewujudkan kemakmuran bersama.
Stigma lama patut ditinggalkan untuk menyatukan langkah dalam ekosistem ekonomi yang adil dan menyejahterakan. Dengan pengoperasian yang berlandaskan kepedulian serta sentuhan teknologi, gerakan ini diharapkan makin menggelorakan semangat berkoperasi di seluruh Indonesia.