Baca juga: 6 Siswi OKU Berprestasi dan tak Mampu Terima Beasiswa Kedokteran, Ada dari Unit 14 Sinar Peninjauan
SRIPOKU.COM, BANYUASIN — Faktor ekonomi keluarga yang pas-pasan bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menggapai cita-cita setinggi langit. Prinsip hidup inilah yang berhasil dibuktikan oleh Adinda Nezma Meidina, S.Ked., mahasiswi kedokteran asal Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang kini tengah merampungkan masa koas di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri).
Lahir dari keluarga sederhana, di mana sang ayah berprofesi sebagai buruh bangunan dan ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga, tidak pernah membuat Nezma merasa minder.
Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi pemacu semangatnya untuk mengubah derajat keluarga melalui jalur pendidikan.
Beberapa waktu lalu, nama Nezma mendadak menjadi sorotan publik saat diundang dalam Rakorda DPD Partai Golkar untuk bertemu langsung dengan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia.
Dalam kesempatan itu, prestasi dan kegigihannya berbuah manis setelah Menteri ESDM memberikan beasiswa penuh baginya untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis.
"Pastinya terharu, bangga, dan bahagia. Saya bisa membuat bangga orang tua dan juga Kabupaten Banyuasin," ungkap dara lulusan SMAN Plus 2 Banyuasin III ini, Senin (3/8/2026).
Mandiri dan Penuh Prestasi Sejak Sekolah
Perjalanan hidup Nezma diwarnai dengan kerja keras dan kedisiplinan tinggi. Sejak duduk di bangku SMA, ia selalu menjadi juara umum di sekolahnya dan konsisten mendapatkan beasiswa hingga masuk ke Fakultas Kedokteran Unsri.
Tidak ingin membebani orang tua, Nezma sudah terbiasa mandiri sejak remaja.
Selepas jam sekolah, ia membantu ibunya bekerja atau mencari penghasilan tambahan dengan membuka jasa les privat bagi anak-anak di sekitar rumahnya.
Hingga kini, di tengah kesibukannya menjalani koas kedokteran, ia tetap meluangkan waktu mengajar melalui bimbingan belajar daring.
Deretan prestasi membanggakan turut menghiasi perjalanan akademiknya.
Belum lama ini, ia dianugerahi penghargaan khusus "Anugerah Ketangguhan" sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional dari kementerian terkait, serta dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Sriwijaya pada 2025.
Ia juga aktif menulis buku dan jurnal kedokteran berstandar SINTA serta meraih puluhan medali di bidang ilmiah.
Impian Mulia: Dirikan Klinik Bayar Seadanya
Di balik kesuksesannya meraih beasiswa spesialis, Nezma menyimpan sebuah cita-cita mulia yang lahir dari pengalaman hidupnya di masa lalu.
Ia berkeinginan mendirikan sebuah klinik kesehatan yang melayani masyarakat dengan sistem pembayaran sukarela atau seadanya.
"Kenapa saya bercita-cita membuka klinik dengan bayaran seadanya? Karena saya dan keluarga sudah merasakan posisi itu. Sekarang di posisi saya yang sudah lebih baik, saya ingin keberadaan saya ini bisa bermanfaat untuk banyak orang. Salah satunya lewat klinik dengan bayar seadanya," jelas Nezma.
Melalui kisah hidupnya, Nezma kerap membagikan motivasi kepada para pelajar agar tidak pernah takut bermimpi besar.
Menurutnya, kekurangan ekonomi bukanlah akhir dari segalanya, asalkan dibarengi dengan kemauan keras, doa, serta restu dari kedua orang tua.
Rekam Jejak Prestasi Dr. Muda Adinda Nezma Meidina:
Penghargaan Khusus "Anugerah Ketangguhan" Mahasiswa Berprestasi Nasional (2026)
Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Sriwijaya (2025)
Penghargaan Gubernur Pemuda Berprestasi Provinsi Sumatera Selatan (2024)
Medali Emas Regional Medical Olympiad Bidang Muskuloskeletal ISMKI Wilayah 1 (2025)
Peraih 30+ penghargaan di bidang ilmiah dan akademik
Penulis aktif buku kedokteran ber-ISBN dan jurnal kedokteran bereputasi SINTA 4–2
Sekretaris Umum Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN) ISMKI (2024/2025)
IPK Preklinik 3,93 (Dengan Pujian / Cumlaude)
Baca juga: Pengamat Soroti Kematian Dokter Muda Asal OKU Selatan di RSUD Jambi, Sistem Internship Dipertanyakan