Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Korban pengeroyokan di Jalan Adi Sumarmo, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengaku heran karena para pelaku tidak membawa kabur motor, uang, maupun barang berharganya.
Meski mengalami penganiayaan hingga terluka, seluruh barang milik korban tetap utuh sehingga motif aksi brutal tersebut masih menjadi tanda tanya.
Tri Agung (34), warga Tegal Arum, Kelurahan Mojosongo, Kota Solo, menjadi korban penganiayaan saat melintas di Jalan Adi Sumarmo, Colomadu, pada Sabtu (1/8/2026) dini hari ketika hendak mencari nafkah.
Saat ditemui di kediamannya, Agung menceritakan peristiwa yang dialaminya.
Menurut Agung, para pelaku melarikan diri ke arah barat Jalan Adi Sumarmo setelah melakukan penganiayaan.
Yang membuatnya heran, tidak ada satu pun barang berharganya yang dibawa kabur. Motor, uang, hingga telepon genggam yang sempat dibuang tetap tidak diambil oleh pelaku.
“Ya yang sayang nggumun itu, uang, handphone, motor nggak ada yang hilang sama sekali. Itu motifnya apa saya juga tidak tahu,” ungkap Agung, Senin (3/8/2026).
Ia mengatakan kejadian bermula ketika berangkat menuju Pasar Sunggingan sekitar pukul 00.30 WIB.
Ketika melintas dari arah Joglo menuju barat hingga kawasan Sawahan, ia tiba-tiba dipepet empat orang yang mengendarai dua sepeda motor.
“Asal mulanya saya mau ke pasar Sunggingan, dari rumah kurang lebih pukul 00.30 WIB. Saya lewat Joglo, terus ke arah barat sampai Sawahan tiba-tiba saya mengalami insiden pemukulan pakai besi di bagian kepala kanan,” kata dia.
Tanpa banyak bicara, salah seorang pelaku langsung memukul bagian belakang kepala korban menggunakan potongan besi. Pukulan itu membuat Agung terjatuh dari sepeda motornya.
Baca juga: Detik-detik Pria asal Solo Dikeroyok di Colomadu Karanganyar, Tiba-tiba Kepala Dipukul dengan Besi
Setelah korban tersungkur, para pelaku melanjutkan aksi penganiayaan secara bersama-sama.
“Yang dua orang menginjak kaki saya, yang lain mukul dan menampar wajah saya,” lanjutnya.
Meski nyaris kehilangan kesadaran, Agung masih mengingat sebagian kejadian. Ia mengatakan motornya sempat dipinggirkan oleh dua pelaku, sementara salah seorang pelaku membuka tas miliknya dan membuang telepon genggam korban ke area persawahan di dekat lokasi.
Agung menegaskan sebelum kejadian dirinya tidak memiliki persoalan ataupun perselisihan dengan siapa pun. Saat insiden berlangsung, kondisi jalan juga relatif sepi.
Usai dianiaya, Agung berusaha menyelamatkan diri dengan tetap mengendarai sepeda motornya meski dalam kondisi terluka. Beruntung para pelaku tidak mengejarnya.
Baca juga: Misteri Pelaku Pengeroyokan di Colomadu Karanganyar, Keluarga Sebut Korban Tak Punya Musuh
Korban akhirnya berhasil mencapai kawasan Joglo, Kota Solo, sebelum pingsan. Warga yang melihat kondisinya kemudian memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Karanganyar. Agung berharap polisi segera mengungkap identitas para pelaku agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat.
“Kemarin sudah lapor ke Polres Karanganyar,” urainya.
Ia pun berharap petugas kepolisian bisa segera menangkap para pelaku agar tidak lagi meresahkan warga.