Senator NTB Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan di Dompu
Wahyu Aji August 04, 2026 12:35 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPD RI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, menegaskan, penanganan kekeringan di Kabupaten Dompu tidak cukup hanya mengandalkan bantuan darurat. 

Menurutnya, diperlukan solusi jangka panjang melalui penguatan infrastruktur air bersih, pembangunan sumber air alternatif, serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan agar masyarakat lebih siap menghadapi musim kemarau.

Hal tersebut disampaikan Mirah di sela pelaksanaan Gerakan Air Bersih yang digagas Matahari Pagi Indonesia (MPI) NTB untuk membantu warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu.

Menurut Mirah, bantuan air bersih merupakan langkah cepat yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Namun, upaya tersebut perlu dibarengi dengan kebijakan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan secara berkelanjutan.

"Bantuan air bersih merupakan solusi jangka pendek yang harus segera dilakukan. Namun, kita juga perlu memikirkan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam membangun ketahanan air di daerah," kata Mirah, kepada wartawan, Senin (3/8/2026).

Mirah menjelaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Sebab itu, Gerakan Air Bersih tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari upaya membangun solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

"Air bersih adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk hadir dan memberikan solusi nyata. Gerakan Air Bersih ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar agar masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas dengan layak di tengah musim kemarau," ujar Mirah.

Mirah menambahkan, distribusi bantuan dilakukan berdasarkan hasil pendataan di lapangan agar penyaluran tepat sasaran dan menjangkau wilayah yang paling membutuhkan. 

Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Berdasarkan data sementara per 22 Juli 2026, Gerakan Air Bersih telah menjangkau 495 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Dompu.

Di Kecamatan Woja, bantuan disalurkan kepada 40 KK di Desa Baka Jaya, 50 KK di Desa Nowa, dan 45 KK di Kelurahan Kandai Dua. Sementara di Kecamatan Pajo, distribusi air bersih menjangkau 40 KK di Desa Ranggo dan 320 KK di Desa Temba Lae.

Mirah juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. 

Menurutnya, setiap bentuk kontribusi, baik berupa bantuan air bersih, dukungan logistik, maupun partisipasi dalam kegiatan kemanusiaan, memiliki arti penting bagi warga yang sedang membutuhkan.

Melalui Gerakan Air Bersih ini, Mirah berharap masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung sekaligus memperoleh keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi sulit tersebut sendirian. 

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pelajar SMA di Dompu Belajar Daur Ulang Limbah Domestik

Program serupa, kata dia, akan terus dievaluasi dan diperluas sesuai kebutuhan di lapangan agar semakin banyak masyarakat di wilayah rawan kekeringan memperoleh akses terhadap air bersih.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.