TRIBUNNEWS.COM - Timnas Vietnam sukses mengakhiri penantian panjang selama 24 tahun untuk meraih kemenangan di kandang Indonesia pada ajang Piala AFF.
Bermain di Stadion Pakansari, Senin (3/8/2026), pasukan Kim Sang Sik tampil efektis dan klinis untuk menang telak 3-0 atas Tim Garuda dalam laga ketiga Grup A ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026.
Kemenangan ini bukan sekadar membawa Vietnam ke puncak klasemen sementara Grup A, tetapi juga mengakhiri rekor buruk mereka saat bermain di Indonesia.
Sebelum laga ini, Vietnam tak pernah menang saat bertandang ke markas Indonesia di ajang sepak bola Asia Tenggara alias Piala AFF.
Sejak bergulir 1996, terdapat empat pertandingan yang dilakoni Vietnam di Indonesia dalam sejarah ajang Piala AFF.
Selama itu, Vietnam kerap kesulitan setiap kali menghadapi di Indonesia di kandang sendiri.
Dalam empat lawatan sebelumnya, Vietnamhanya mampu mencatat tiga hasil imbang dan sekali kalah.
Rekor tersebut dimulai dari hasil imbang 2-2 pada Tiger Cup 2002, dilanjutkan skor 1-1 di AFF Cup 2007.
Vietnam kemudian kalah 1-2 pada leg pertama semifinal AFF Cup 2016 di Pakansari, sebelum kembali bermain imbang tanpa gol pada semifinal AFF Cup 2022 yang berlangsung awal 2023 di era Shin Tae-yong vs Park Hang-seo.
Kini, kutukan tersebut akhirnya berakhir. Ironisnya, rekor buruk Vietnam di kandang Indonesia justru patah pada era John Herdman, pelatih yang digadang-gadang membawa kebangkitan bagi Indonesia di Asia Tenggara.
Sebelum pertandingan, John Herdman sudah mengakui duel melawan Vietnam akan menjadi laga paling penting bagi Indonesia di fase grup.
Kemenangan diyakini akan membuka jalan menuju semifinal. Namun seluruh rencana itu runtuh hanya dalam waktu 15 menit.
Vietnam langsung menekan sejak awal melalui pressing tinggi yang membuat lini belakang Indonesia kesulitan membangun serangan.
Hasilnya terlihat pada menit keenam ketika Hoang Duc merebut bola dan mengirim umpan terobosan matang kepada Nguyen Van Vi yang menuntaskannya menjadi gol pembuka.
Keunggulan itu membuat kepercayaan diri Vietnam meningkat drastis. Sembilan menit kemudian, Nguyen Hai Long menggandakan keunggulan.
Ia menerima umpan Le Pham Thanh Long dan melepaskan tembakan mendatar ke tiang dekat yang gagal diantisipasi Nadeo Argawinata.
Indonesia mencoba bangkit lewat Thom Haye dan Mitchell Baker, tetapi pertahanan disiplin Vietnam membuat peluang-peluang tersebut gagal membuahkan gol. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Vietnam tetap tampil efektif. Kim Sang Sik memasukkan dua pemain naturalisasi, Nguyen Xuan Son (Rafaelson) dan Hoang Hen, untuk menambah daya gedor serangan balik.
Pergantian itu langsung membuahkan hasil. Pada menit ke-70, Hoang Duc kembali menunjukkan kualitasnya dengan mengirim umpan terobosan akurat kepada Xuan Son yang lolos dari kawalan bek Indonesia sebelum menaklukkan Nadeo dengan penyelesaian tenang.
Gol tersebut memastikan kemenangan telak 3-0 Vietnam sekaligus menutup laga dengan catatan sempurna bagi tim tamu.
Usai pertandingan, John Herdman tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa anak asuhnya.
Pelatih asal Inggris itu menilai Indonesia terlalu mudah kebobolan pada awal laga sehingga kesulitan mengembangkan permainan.
"Saya masih memiliki banyak emosi setelah pertandingan dan belum bisa menganalisis semuanya. Secara umum Indonesia bermain tidak baik." kata John Herdman.
"Kami kebobolan terlalu cepat dan dengan cara yang terlalu mudah. Kami harus lebih baik dalam transisi, menguasai bola, dan belajar dari kesalahan hari ini."
"Seluruh tim ingin melangkah lebih jauh dari sekadar empat pertandingan di turnamen ini," ujar Herdman.
Sebelum pertandingan, Herdman juga menyebut Vietnam sebagai lawan terberat Indonesia di fase grup.
Penilaian tersebut terbukti di lapangan. Tim asuhan Kim Sang Sik tampil lebih matang dalam melakukan pressing, lebih rapi saat membangun serangan, dan jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Kemenangan ini membawa Vietnam memimpin klasemen Grup A dengan koleksi tujuh poin, unggul selisih gol atas Singapura yang memiliki poin sama. Indonesia berada di posisi ketiga dengan enam poin.
Meski menelan kekalahan telak, peluang Tim Garuda menuju semifinal belum tertutup. Indonesia wajib mengalahkan Singapura pada laga terakhir di kandang lawan, 7 Agustus mendatang demi lolos ke empat besar.
(Tribunnews.com/Tio)