TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA – Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin (3/8/2026) pukul 16.50 WITA. Letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak yang mengarah ke barat daya dan barat.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ili Lewotolok, tinggi kolom letusan gunung dengan tingkat aktivitas Level II atau Waspada itu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 2.123 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, bergerak ke arah barat daya dan barat. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 72 detik.
Menyusul aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat.
Baca juga: Gunung Lewotolok di Lembata 35 Kali Erupsi 96 Kali Gempa Hembusan
Warga, pengunjung, pendaki, maupun wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas yang berpotensi terjadi di sektor selatan dan tenggara, barat, serta timur laut gunung.
PVMBG juga mengimbau warga di sekitar gunung menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan pelindung mata dan kulit untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik. Tempat penampungan air bersih juga diminta ditutup agar tidak terkontaminasi abu.
Baca juga: Jalan Rusak dan Internet Mati, Warga Maurole-Detukeli Minta Pemerintah Bertindak
Pemerintah daerah bersama masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun PVMBG untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas gunung.
Perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok dan rekomendasi teknis dapat dipantau melalui aplikasi maupun situs Magma Indonesia serta kanal resmi Badan Geologi.