Samarinda Sabet Penghargaan Transformasi Infrastruktur dan Tata Kota Visioner 2026
Heriani AM August 04, 2026 06:19 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Transformasi besar yang dilakukan Pemerintah Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir akhirnya menuai pengakuan. 

Berbagai program pembangunan yang berfokus pada pembenahan infrastruktur, penataan ruang publik, pengendalian banjir, hingga modernisasi pelayanan publik dinilai berhasil mengubah wajah Kota Tepian menjadi lebih tertata, nyaman, dan berdaya saing.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Samarinda berhasil meraih penghargaan kategori Transformasi Infrastruktur dan Tata Kota Visioner pada ajang Tribun Kaltim Awards 2026 yang digelar di Hotel MaxOne Balikpapan, Kamis (30/7/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun dalam mewujudkan pembangunan kota yang tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan tata kelola pemerintahan yang adaptif, pelayanan publik yang semakin baik, serta pembangunan yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Kadiskominfo Samarinda Ungkap Kiprah Andi Harun di Balik Penghargaan Tribun Kaltim Award 2026

Mewakili Wali Kota Andi Harun yang berhalangan hadir, penghargaan diterima Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah.

Menurut Dayat, sapaan akrabnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Samarinda mendapat pengakuan dari berbagai kalangan.

"Penghargaan ini menjadi penegas bahwa berbagai transformasi yang dijalankan Pemerintah Kota Samarinda terus memperoleh apresiasi dari berbagai pihak," ujarnya.

Ia mengatakan, transformasi yang dilakukan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, drainase, maupun ruang publik.

Pemerintah juga melakukan pembenahan sistem pemerintahan melalui reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan perekonomian daerah, hingga penyusunan berbagai kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, seluruh program tersebut dirancang saling terintegrasi agar pembangunan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan perubahan secara fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kenyamanan, produktivitas, dan kesejahteraan warga.

Namun, perjalanan menuju capaian tersebut tidak berlangsung mudah. Pada awal masa kepemimpinan Andi Harun, Pemerintah Kota Samarinda harus menghadapi pandemi Covid-19 yang membuat hampir seluruh aktivitas pembangunan dan perekonomian melambat.

Situasi tersebut memaksa pemerintah melakukan berbagai penyesuaian kebijakan agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan penanganan kesehatan masyarakat.

Ketika kondisi mulai berangsur pulih, tantangan kembali datang melalui kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak terhadap ruang fiskal pemerintah daerah.

Meski demikian, Pemkot Samarinda tetap mampu menjaga kesinambungan pembangunan melalui penetapan skala prioritas, efisiensi belanja, serta pengelolaan anggaran yang tepat sasaran.

Dayat menilai kepemimpinan Wali Kota Andi Harun menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi pembangunan.

Seluruh perangkat daerah didorong bekerja secara kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada hasil sehingga berbagai program strategis tetap dapat direalisasikan.

"Transformasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah yang memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan pelayanan dan pembangunan yang semakin baik bagi masyarakat," katanya.

Baca juga: Keberhasilan Program Probebaya Antarkan Walikota Samarinda Raih Penghargaan Tribun Kaltim Award

Keberhasilan Samarinda meraih penghargaan tersebut ditopang oleh lima indikator utama yang menjadi dasar penilaian dewan juri.

Indikator pertama adalah keberhasilan pengendalian banjir dan pembangunan sistem drainase terintegrasi melalui normalisasi Sungai Karang Mumus serta Bendungan Benanga. Kedua proyek tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengurangi titik-titik banjir yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan utama di Kota Samarinda.

Pada periode 2025–2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar untuk mendukung program tersebut.

Indikator kedua adalah penataan ruang publik dan peningkatan estetika kota melalui pembangunan Teras Mahakam.

Kawasan yang berada di tepian Sungai Mahakam itu dirancang menjadi ruang publik baru sekaligus ikon wisata perkotaan yang memberikan ruang interaksi bagi masyarakat.

Pembangunan Teras Mahakam dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dikerjakan dengan nilai anggaran Rp36,9 miliar di sepanjang Jalan Gajah Mada, mulai dari depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur hingga Bank BTN. Selanjutnya, Tahap II dilanjutkan dengan anggaran sekitar Rp94 miliar yang menghubungkan kawasan Jalan Gajah Mada hingga Pelindo.

Indikator ketiga adalah revitalisasi kawasan kumuh dan bantaran sungai yang dibarengi penyediaan ruang terbuka hijau serta taman kota.

Program tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata, sehat, sekaligus meningkatkan kualitas ruang hidup masyarakat.

Selanjutnya, indikator keempat berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan persampahan modern. Pemerintah Kota Samarinda mulai mengoperasikan insinerator, mengoptimalkan fungsi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan, serta menyiapkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Sementara indikator kelima adalah peningkatan pelayanan air bersih melalui perluasan cakupan layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam).

Upaya tersebut dilakukan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap layanan air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Menurut Dayat, kelima indikator tersebut mencerminkan arah pembangunan Kota Samarinda yang tidak hanya mengejar pertumbuhan fisik semata, tetapi juga membangun kota yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kota Samarinda.

Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang semakin maju, modern, inklusif, dan berkelanjutan," tutup Dayat. 

Baca juga: Tribun Kaltim Award 2026 Jadi Penyemangat, Pemkab Mahulu Siap Tingkatkan Layanan hingga Pedalaman

Teras Mahakam Jadi Nilai Lebih

Pembenahan infrastruktur dan penataan ruang publik yang dilakukan Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun kembali membuahkan apresiasi.

Kota Tepian berhasil meraih penghargaan kategori Transformasi Infrastruktur dan Tata Kota Visioner pada ajang Tribun Kaltim Awards 2026 yang digelar di Hotel MaxOne Balikpapan, Kamis (30/7) malam.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan Pemkot Samarinda dalam menghadirkan transformasi pembangunan kota melalui berbagai program strategis, mulai dari pengendalian banjir, penataan ruang publik, revitalisasi kawasan, pengelolaan persampahan modern, hingga peningkatan layanan air bersih.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, penghargaan itu merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kota Samarinda yang selama ini berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Itu kebahagiaan dan sekaligus menjadi tanda bahwa pegawai-pegawai kami luar biasa dalam bekerja," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Menurut Andi Harun, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik.

"Mudah-mudahan dengan penghargaan itu, kami bisa lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Keberhasilan Samarinda meraih penghargaan didasarkan pada lima indikator utama.

Pertama, pengendalian banjir dan pembangunan sistem drainase terintegrasi melalui normalisasi Sungai Karang Mumus serta Bendungan Benanga. 

Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar pada periode 2025–2026.

Baca juga: Transformasi Digital Berbuah Penghargaan, Pemkab Kubar Raih Tribun Kaltim Award 2026

Indikator kedua adalah penataan ruang publik dan estetika kota melalui pembangunan Teras Mahakam.

Proyek ini dikerjakan dalam dua tahap, yakni Tahap I senilai Rp36,9 miliar di sepanjang Jalan Gajah Mada, mulai depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur hingga Bank BTN, serta Tahap II senilai Rp94 miliar yang membentang hingga kawasan Pelindo.

Indikator ketiga meliputi revitalisasi kawasan kumuh dan bantaran sungai, sekaligus penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota sebagai ruang publik bagi masyarakat.

Selanjutnya, indikator keempat adalah pengelolaan lingkungan dan persampahan modern melalui pengoperasian insinerator, optimalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan, serta persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Adapun indikator kelima adalah peningkatan penyediaan air bersih melalui perluasan cakupan layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) bagi masyarakat Samarinda.

Kelima indikator tersebut dinilai menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, menghadirkan ruang kota yang lebih tertata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.