Lima Mahasiswa KKN Tewas Kecelakaan, DPRD Kalsel Desak Evaluasi Jalur Bypass Banjarbaru-Batulicin
Ratino Taufik August 04, 2026 06:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANARMASIN - Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan lima mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Batulicin Irigasi, Tanahbumbu, serta sopir tangki, dan seorang aparat desa setempat, mendapat perhatian khusus Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Hal itu diungkapkan juru bicara Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Novaria Maulina, Senin (3/8).

Kepada BPost, Novaria mengakui jajaran Kemdiktisaintek meminta laporan lengkap insiden tersebut. Pihaknya pun berupaya terus mengupdate tindak lanjut pendampingan, yang disampaikan Rektor melalui pihak kementerian. "Laporan dari rektor dan juga menjadi bahan evaluasi untuk program KKN ULM ke depannya," ujarnya.

Adapun mengenai kronologi tabrakan maut dengan korban mahasiswa ULM dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel (Unukase), Novaria menjelaskan peristiwa bermula Sabtu (1/8/2026), ketika 16 mahasiswa ULM peserta KKN-LH yang bertugas di Desa Batulicin Irigasi bersama aparat desa setempat, menghadiri acara syukuran sunatan di Desa Bulurejo.

"Rombongan berangkat menggunakan lima unit mobil. Usai menghadiri acara syukuran, rombongan berencana singgah ke objek wisata Sungai Alut. Namun, di tengah perjalanan menuju lokasi wisata, kecelakaan lalu lintas terjadi pada rombongan tersebut," paparnya.

Menerima laporan musibah tersebut, ULM langsung menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari Wakil Rektor III, Tim Mobilitas Kegiatan Belajar Terpadu (MKBT), Panitia Pelaksana, dan Dosen Pendamping Lapangan. Tim berkoordinasi dengan keluarga korban, rumah sakit, pemerintah daerah, hingga aparat kepolisian. Sebagai langkah penanganan dan perlindungan, seluruh biaya penanganan musibah ditanggung bersama oleh Pemkab Tanbu dan ULM.

Baca juga: Pasca Jalan Longsor di Panangkalaan Amuntai HSU, Dinas PUPR Upayakan Jalan Alternatif

Selain itu, ULM resmi menarik 13 mahasiswa KKN-LH kelompok Desa Batulicin Irigasi pada Minggu (2/8) guna pemulihan trauma (trauma healing) di rumah masing-masing bersama keluarga.

Adapun kelompok KKN-LH di lokasi lain tetap melanjutkan kegiatan hingga 10 Agustus 2026 dengan instruksi ketat terkait pembatasan mobilitas dan keselamatan.

ULM juga mengimbau seluruh civitas akademika untuk mendoakan para korban serta memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.

Terpisah, DPRD Kalsel mendesak evaluasi jalur bypass Banjarbaru–Batulicin yang rawan kecelakaan. Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri mengatakan, perhatian terhadap kondisi jalur tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan dalam rapat bersama instansi terkait. “Yang pertama misalnya, kita dulu minta banyak rambu. Apakah bisa dilihat kenyataannya di lapangan, kita tidak tahu. Karena terakhir kita belum ada kunjungan ke sana,” katanya.

Selain rambu, penerangan jalan juga menjadi salah satu hal yang pernah diminta untuk diperhatikan. “Beberapa kali kejadian harusnya menjadi evaluasi Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan kepolisian untuk lalu lintas,” katanya.

Kepala Dishub Kalsel, Fitri Hernadi mengakui diminta mengecek kembali berbagai prasarana keselamatan di jalur tersebut untuk mengurangi potensi kecelakaan. “Dishub diminta untuk melakukan evaluasi terhadap faktor keselamatan di jalan alternatif tersebut, melengkapi prasarana keselamatan agar mengurangi dan meminimalisir potensi kecelakaan,” ujar Fitri.

Prasarana yang akan menjadi perhatian meliputi rambu lalu lintas, guardrail, marka jalan hingga lampu penerangan jalan umum (PJU).

Selain pembenahan fasilitas, Fitri juga mengimbau pengemudi yang belum terbiasa melintasi jalur tersebut agar meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Kalsel, Alain Filmore Harris mengatakan penanganan jalan juga menjadi bagian yang dilakukan secara rutin oleh bidang Bina Marga. Ia menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan bidang teknis untuk memastikan penanganan yang diperlukan di lapangan.

Sementara dalam upaya mengungkap peristiwa ini, selama dua hari terakhir, tim Satlantas Polres Tanbu terus melakukan penyelidikan mendalam dan tercatat sudah dua kali mendatangi lokasi kejadian perkara untuk mengumpulkan petunjuk.

Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu AKP Eko Guntar Lumbanraja, menyampaikan bahwa penanganan kasus kecelakaan ini mendapat dukungan dari Korps Lalu Lintas Polri agar dapat segera dituntaskan. (banjarmasinpost.co.id/mariana/muhammad fikri/muhammad saiful riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.