TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemkab Gianyar, Bali tahun ini merencanakan perbaikan sekolah, dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang kewenangannya berada di bawah Dinas Pendidikan (Disdik) Gianyar. Perbaikan tersebut menyasar lebih dari 100 sekolah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Gianyar, I Wayan Mawa, Senin 3 Agustus 2026, membenarkan hal tersebut.
Kata dia, Pemkab Gianyar berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Gianyar, selain dalam menyediakan SDM pengajar, pemerintah juga terus berupaya memberikan fasilitas yang layak untuk para siswa.
Setelah pada tahun-tahun sebelumnya melakukan akuisisi sekolah SMP swasta untuk dijadikan SMP negeri agar semua anak di Gianyar bisa bersekolah di SMP negeri.
Baca juga: 80 Siswa Lintas Agama Digembleng Perkuat Toleransi di Gianyar Bali, Bekal Menuju Indonesia Emas 2045
Di tahun ini, pemerintah fokus pada perbaikan sekolah.
"Perbaikan sekolah di tahun ini lebih dari100 sekolah, dari TK, SD dan SMP," ujar Mawa.
Terkait proses pelaksanaan perbaikan, Mawa mengatakan hal tersebut masih berproses. "Saat ini masih berproses, secara detail itu ada di Bidang Sarpras," ujarnya.
Terkait anggaran yang disediakan untuk program ini, Mawa tak membeberkan.
Namun Bupati Gianyar, I Made Mahayastra kembali menggandeng PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dalam membangun Gianyar.
Kali ini pembangunan atau perbaikan gedung sekolah. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Jakarta pada 10 Juli 2026.
Dalam kerja sama itu, PT SMI dikabarkan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 107 miliar untuk merenovasi 31 gedung SD tahun 2026.
Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra mengatakan kerja sama dengan PT SMI merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya melalui pembangunan infrastruktur pendidikan yang lebih baik.
"Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama melalui pembangunan infrastruktur pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Gianyar," ujar Mahayastra.
Menurutnya, dukungan pembiayaan dari PT SMI sangat membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan sekolah.
Sebab, jika hanya mengandalkan kemampuan keuangan daerah, pembangunan dalam skala besar akan sulit diwujudkan.
"Kalau hanya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah, tentu sangat sulit menyediakan anggaran sebesar ini. Karena itu kami merasakan manfaat kolaborasi dalam membangun dunia pendidikan," katanya.
Mahayastra mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat menjaga integritas pelaksanaan proyek.
Pembangunan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi, kualitas konstruksi, maupun tanggung jawab moral.
"Dari sisi administrasi, kualitas pembangunan, hingga pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Kuasa harus dijaga. Jangan sampai tugas ini justru menjadi malapetaka bagi kita," tegasnya. (weg)
Investasi SDM Berkualitas
Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra menambahkan, pembangunan sekolah tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga sebagai investasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Lingkungan belajar yang aman dan nyaman dinilai menjadi fondasi penting bagi pendidikan anak usia sekolah dasar.
"Kita ingin anak-anak nyaman bersekolah. Pendidikan di usia sekolah dasar sangat penting. Jadi yang kita bangun bukan hanya gedungnya, tetapi juga kualitas manusianya," ujar Mahayastra. (weg)