- Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa mereka telah mematangkan rencana untuk menggempur tiga target strategis di Ukraina secara bersamaan.
Namun, seorang penasihat Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei justru mengungkap detik-detik de-eskalasi.
Mengutip Iran International pada (4/8), hal itu diutarakan oleh Mohsen Rezaei, dalam pernyataannya pada Senin (3/8/2027) waktu setempat.
Diketahui bahwa ketegangan geopolitik sempat berada di ambang ledakan saat Iran bersiap meluncurkan serangan balasan secara simultan ke wilayah Ukraina.
Di mana, pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa mereka telah mematangkan rencana untuk menggempur tiga target strategis di Ukraina sekaligus.
Keputusan drastis ini diambil sebagai respons cepat setelah sebuah kapal milik Iran dihantam serangan militer Kyiv di kawasan Sungai Volga.
Situasi genting tersebut diungkapkan langsung oleh Mohsen Rezaei dalam pernyataannya.
Dalam wawancaranya bersama televisi pemerintah Iran pada hari Senin, Rezaei membeberkan betapa dekatnya Teheran dengan aksi militer terbuka.
“Kami siap menyerang tiga lokasi di Ukraina,” tegas Rezaei saat menggambarkan tingkat kesiapan tempur pasukannya kala itu.
Menurutnya, seluruh persenjataan dan kalkulasi taktis telah disiagakan untuk membalas insiden yang menimpa kapal mereka.
Namun, ketegangan yang nyaris memicu eskalasi perang baru ini mendadak berbalik di detik-detik terakhir.
Pihak militer dan pemerintah Ukraina bergerak cepat dengan memberikan klarifikasi resmi terkait serangan di Sungai Volga tersebut.
Kyiv menyatakan kepada Teheran bahwa hantaman terhadap kapal Iran tersebut merupakan sebuah kekeliruan murni atau salah sasaran.
Pengakuan terbuka dari Ukraina ini menjadi titik balik penting yang langsung meredam amarah serta kalkulasi militer Iran.
Berkat respons cepat dan klarifikasi dari Kyiv, Teheran akhirnya memutuskan untuk membatalkan seluruh rencana serangan dan memilih jalur de-eskalasi.