TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Sejumlah warga di lingkungan V Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut)berlarian sambil berteriak terjadi kebakaran, Senin (3/8/2026).
Sebuah rumah permanen, milik Keluarga Karinda - Sabubun terbakar sekitar pukul 08.30 Wita.
Menurut informasi di lapangan rumah tersebut ada usaha jualan atau warung.
Disaat kejadian pemilik rumah tidak berada di dalam rumah.
Menurut Olfi Rumambi (49) dan Steva Gisela Siteubun (31) sebelum mengetahui peristiwa itu, ia sedang mencuci pakaian di lokasi Air Bor tepat di belakang rumah yang terbakar.
"Tiba-tiba kami melihat ada asap serta kobaran Api yang berasal dari Samping rumah. Kami langsung berlari serta berteriak kepada masyarakat yang lain bahwa terjadi kebakaran dan masyarakatpun keluar rumah melakukan pemadaman api," ujar Olfi dan Steva saat memberikan keterangan ke Polisi dari Polsek Maesa di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), Senin (3/8/3026).
Mengetahui adanya peristiwa kebakaran, masyarakat sekitar bersama-sama melalukan pemadaman Api.
Nampak mereka menggunakan peralatan seadanya.
Saat kejadian tidak ada orang di dalam Rumah.
Anatsya Sabubun (28) pemilik Rumah, saat dimintai keterangan bilang, sebelum kejadian ia pergi ke pasar sekitar pukul 08.00 Wita.
"Di pasar mau berbelanja keperluan Warung dan setibanya dirumah sudah banyak warga yang sedang memadamkan Api," kata Anastya sembari menatap pilu ke rumahnya yang sudah hangus di lahap si jago merah.
Atas kejadian itu, sekitar Pukul 08.55 wita 3 Unit Kendaraan Pemadam Kebakaran Pemkot Bitung tiba di Lokasi dan langsung melalukan pemadaman.
Pukul 10.00 Wita, api berhasil di padamkan.
15 menit kemudian, Unit Inafis dan personil sat Reskrim Polres Bitung melakukan olah TKP.
"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Hanya kerugian materi sekitar Rp 250 juta," tambah Kapolsek Maesa AKP Darus Tuegeh saat di hubungi Tribun Manado Senin (3/8/2026).
Kerugian yang dialami mencapai kurang lebih 250.000.000,- (Dua ratus lima puluh jita rupiah) dimana ada usaha Warung milik keluarga.
Empat peristiwa kebakaran terjadi di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), selang di awal bulan Agustus 2026.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Bitung, dari empat rentetan kejadian kebakaran satu diantaranya kebakaran satu unit rumah permanen, milik Keluarga Karinda - Sabubun di Lingkungan V Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir Kota Bitung, Senin (3/8/2026).
"Untuk tiga kebakaran lainnya yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Alang-alang di Stadion Duasudara Manembo-Nembo Kecamatan Matuari hari ini pukul 15.48 dan hari Minggu kemarin pukul 13.25 wita di Kelurahan Pinokalan Kecamatan Ranowulu," kata Kepal Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Kota Bitugn Rudij Ponamon saat di hubungi Tribun Manado, Senin (3/8/2026).
Sementara itu kebakaran satu unit rumah permanen, milik Keluarga Karinda - Sabubun di Lingkungan V Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir Kota Bitung.
Rumah itu ada bagian yang dijadikan tempat usaha alias warung.
"Saat peristiwa kebakaran Pemilik rumah sedang tidak berada di rumah. Diduga terjadi karena korsleting listrik, dimana ada instalasi yang tidak standar disebuah kamar.
Serta beberapa komponen elektro yang dirakit oleh adik pemilik rumah dan di tinggalkan," jelas Kapolsek Maesa AKP Darus Tuegeh membenarkan peristiwa kebakaran, Senin (3/8/2026).
Atas peristiwa itu pihak kepolisian melalui Satuan Binmas dan pemerintah setempat, menghimbau ke masyarakat agar dapat kontrol hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Dan ketika akan keluar rumah, kiranya memperhatikan potensi terjadinya kebakaran seperti memastikan colokan listrik, kabel listrik, stop kontak tidak sedang tersambung aliran listrik.
Begitu juga dengan ricecoker, strika pastikan tidak dalam keadaan tersambung listrik.
"Upaya ini terus dan berulang disampaikan pemerintah dan pihak kepolisian agar di perhatikan warga, guna menghindari terjadinya kebakaran," kata dia.
Hampir dua jam lamanya proses pemasangan kebakaran oleh Dinas terkait, dibantu warga, pemerintah kota dan pemerintah setempat. (Crz)