TRIBUNNEWS.COM - Timnas Indonesia mengalami mimpi buruk kala berhadapan dengan Vietnam di ajang Piala AFF 2026, Senin (3/8/2026) di Stadion Pakansari.
Skuad Garuda dikalahkan telak oleh Vietnam dengan skor 0-3 yang benar-benar menghentak seluruh penonton yang hadir di stadion maupun yang menyaksikan dari layar kaca.
Penampilan timnas seperti di bawah standar mereka sendiri yang ditunjukan selama era kepelatihan John Herdman.
Jelas ada beberapa faktor lain yang turut memengaruhi hasil yang didapatkan di pertandingan kali ini.
Salah satunya adalah absennya banyak pemain yang biasa tampil di skuad utama Timnas Indonesia.
Terlepas dari itu, hasil ini tetap tak memandang siapa pemain yang diturunkan di atas lapangan.
Hasil pertandingan ini sekiranya bakal membekas bagi John Herdman, meski laga di Piala AFF tak masuk kalender FIFA.
Pasalnya kekalahan dengan skor telak 0-3 menjadi salah satu kekalahan paling telak yang dialami Herdman selama melatih di level tim nasional.
Sebelum menangani Timnas Indonesia, Herdman pernah bekerja keras bersama Timnas Kanada.
Saat berada di sana, Herdman dan skuadnya juga pernah mengalami kekalahan dengan skor cukup besar bagi sang lawan.
Bedanya, tim asuhan Herdman kala itu setidaknya bisa menyarangkan gol ke gawang lawan.
Baca juga: Skenario Lolos Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026, Menang atas Singapura Harga Mati
Seperti saat Kanada berhadapan dengan Kroasia di Piala Dunia 2022, skor pertandingan berakhir dengan 4-1.
Ada satu gol yang setidaknya bisa diciptakan para pemain ke gawang lawannnya.
Ada juga momen ketika Kanada kalah atas Haiti dengan skor 3-2, Meksiko dengan skor 3-1, dan Amerika Serikat dengan skor 5-4.
Lagi-lagi, kesamaannya adalah tim asuhannya bisa mencetak gol ke gawang lawan.
Meski demikian, kekalahan atas Vietnam bukan menjadi akhir bagi Herdman.
Jalannya bersama Timnas Indonesia sepertinya masih sangat panjang.
Ia pun mengakui anak asuhnya terlalu mudah memberikan ruang kepada Vietnam pada awal pertandingan.
Dua gol yang lahir dalam waktu singkat membuat Indonesia kehilangan kendali permainan.
Menurutnya, tim Garuda harus memperbaiki transisi bertahan ke menyerang maupun sebaliknya, serta meningkatkan kualitas penguasaan bola agar kesalahan serupa tidak terulang.
"Saya masih dipenuhi emosi setelah pertandingan dan belum bisa menganalisis semuanya. Namun secara umum Indonesia bermain tidak baik."
"Kami kebobolan bahkan sebelum 15 menit pertama dan gol-gol itu datang terlalu mudah," kata pelatih 51 tahun ini.
"Kami mencoba bermain menyerang, tetapi harus jauh lebih baik dalam transisi dan mengontrol bola."
"Kesalahan hari ini menjadi pelajaran penting. Seluruh tim ingin melangkah lebih jauh dari sekadar empat pertandingan di turnamen ini," bebernya.
Kemenangan Vietnam kali ini menjadi angin segar bagi para suporter Golden Star Warriors yang hadir di Stadion Pakansari.
Seperti yang dilakukan oleh Thuan, suporter Vietnam yang rela datang langsung ke Pakansari untuk menyaksikan tim arahan Kim Sang-sik tersebut.
"Ketika saya melihat orang-orang Vietnam di sini, saya sangat, sangat senang."
"Karena sudah lama kami tidak bertemu orang Vietnam dan tidak melihat begitu banyak orang Vietnam di sini," ucapnya ketika ditemui Tribunnews pada Senin (3/8/2026).
(Tribunnews.com/Guruh/Abdul Majid)