Respons John Herdman seusai Kalah dari Vietnam: Minta Maaf, Akui Mudah Kebobolan, Tekad Bangkit
Ni'amu Shoim Assari Alfani August 04, 2026 10:42 AM

- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan permintaan maaf kepada suporter setelah kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada laga ketiga Grup A ASEAN Championship (Piala AFF) 2026, Senin (3/8/2026).

Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Pakansari Bogor, Pelatih asal Inggris itu mengakui Indonesia tampil jauh di bawah performa terbaiknya. 

Menurut Herdman, dua gol cepat yang bersarang dalam 15 menit pertama membuat permainan Garuda langsung kehilangan arah dan sulit bangkit hingga akhir pertandingan.

Gol pertama terjadi di menit ke-6' melalui Nguyen Van Vi, lalu disusul Nguyen Hai Long sembilan menit berselang, baru kemudian Rafaelson menambah gol di menit 71'.

John Herdman pun memberikan apresiasi kepada Vietnam yang dinilainya tampil sangat baik sepanjang pertandingan.

"Selamat kepada tim Vietnam. Ini pertandingan yang sulit bagi Indonesia. Kami bermain tidak baik, sementara mereka bermain sangat bagus. Vietnam menunjukkan peningkatan besar setelah hasil imbang melawan Singapura," kata Herdman.

"Ini adalah kekalahan yang memberikan banyak pelajaran bagi kami. Hasil seperti ini tentu tidak diinginkan siapa pun, tetapi itulah sepak bola." 

"Saya ingin meminta maaf kepada para suporter yang terus mendukung kami. Indonesia masih memiliki satu pertandingan lagi dan kami akan memberikan segalanya," katanya.

Akui Indonesia Terlalu Mudah Kebobolan

Herdman juga mengakui anak asuhnya terlalu mudah memberikan ruang kepada Vietnam pada awal pertandingan. 

Dua gol yang lahir dalam waktu singkat membuat Indonesia kehilangan kendali permainan.

Menurutnya, tim Garuda harus memperbaiki transisi bertahan ke menyerang maupun sebaliknya, serta meningkatkan kualitas penguasaan bola agar kesalahan serupa tidak terulang.

"Saya masih dipenuhi emosi setelah pertandingan dan belum bisa menganalisis semuanya. Namun secara umum Indonesia bermain tidak baik."

"Kami kebobolan bahkan sebelum 15 menit pertama dan gol-gol itu datang terlalu mudah," kata pelatih 51 tahun ini.

"Kami mencoba bermain menyerang, tetapi harus jauh lebih baik dalam transisi dan mengontrol bola." 

"Kesalahan hari ini menjadi pelajaran penting. Seluruh tim ingin melangkah lebih jauh dari sekadar empat pertandingan di turnamen ini," bebernya.

Fokus Bangkit Lawan Singapura

Kekalahan tersebut membuat Indonesia turun ke posisi ketiga klasemen Grup A dengan enam poin, di bawah Vietnam dan Singapura yang di dua besar dengan 7 poin.

Peluang lolos ke semifinal bagi Indonesia masih terbuka dengan syarat wajib mengalahkan Singapura pada laga terakhir, 7 Agustus mendatang.

Meski situasi Indonesia semakin sulit, pelatih yang pernah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 ini menegaskan timnya belum menyerah.

Herdman menyadari Singapura bukan lawan yang mudah karena memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri serta dikenal memiliki organisasi pertahanan yang solid.

Ia pun memastikan skuad Garuda akan melakukan evaluasi menyeluruh, baik secara taktik maupun mental, sebelum menghadapi Singapura pada laga hidup-mati.

"Kami harus membenahi taktik dan mental setelah kekalahan ini. Posisi Indonesia memang lebih sulit dibanding sebelumnya."

"Singapura adalah tim yang bermain sangat disiplin dan memiliki keuntungan bermain di kandang. Kami berada dalam situasi wajib menang, tetapi para pemain sangat bersemangat untuk bangkit dan bermain demi negara," terangnya.

Kini, nasib Indonesia sepenuhnya ditentukan pada pertandingan terakhir Grup A. Kemenangan atas Singapura menjadi harga mati apabila Tim Garuda ingin menjaga mimpi melaju ke babak semifinal ASEAN Championship 2026. (Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.