SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Terpilihnya Andie Dinialdie secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan periode 2026–2031 dinilai menjadi momentum penting yang semakin memperkuat posisi politiknya di tingkat provinsi.
Soliditas dukungan dari seluruh pemegang hak suara dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumsel disebut menjadi modal besar bagi Andie Dinialdie untuk memainkan peran strategis dalam kontestasi politik mendatang, termasuk menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel.
Pengamat politik Sumatera Selatan, Ahmad Haekal Haffafah, menilai aklamasi tersebut bukan sekadar kemenangan dalam proses organisasi partai, tetapi juga menjadi bukti kuat tingginya kepercayaan kader terhadap kepemimpinan Andie Dinialdie.
"Terpilihnya Andie Dinialdie secara aklamasi merupakan indikator kuat bahwa ia memiliki legitimasi politik yang tinggi di internal Partai Golkar Sumsel. Dukungan penuh dari seluruh pemilik suara menjadi modal penting untuk membangun konsolidasi partai sekaligus meningkatkan posisi tawarnya dalam menghadapi Pilkada maupun Pilgub mendatang," ujar Ahmad Haekal Haffafah.
Menurut Haekal, kepemimpinan Andie di Partai Golkar Sumsel berpotensi memperluas pengaruh politiknya. Selain menjabat sebagai Ketua DPRD Sumsel, kini Andie juga memegang kendali organisasi salah satu partai politik terbesar di Sumatera Selatan.
"Dalam politik lokal, kepemimpinan partai merupakan salah satu instrumen penting untuk membangun elektabilitas. Dengan jabatan strategis yang dimilikinya saat ini, Andie memiliki peluang yang semakin besar untuk masuk dalam bursa calon Gubernur Sumatera Selatan apabila mampu menjaga soliditas internal partai dan membangun komunikasi politik dengan kekuatan politik lainnya," katanya.
Meski demikian, Haekal menegaskan peluang tersebut tetap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari hasil survei elektabilitas, dinamika koalisi partai politik, hingga tingkat penerimaan masyarakat terhadap figur Andie Dinialdie menjelang tahapan Pilkada.
"Modal organisasi memang penting, tetapi kemenangan dalam Pilgub tidak hanya ditentukan oleh partai. Figur calon harus mampu menghadirkan gagasan pembangunan, memiliki rekam jejak kepemimpinan yang baik, serta memperoleh dukungan masyarakat secara luas. Karena itu, kepemimpinan Andie di Golkar harus diterjemahkan menjadi kerja politik yang nyata di tengah masyarakat," jelasnya.
Sebelumnya, Andie Dinialdie resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan dalam Musda XI yang digelar di Palembang. Ia menjadi calon tunggal setelah memperoleh dukungan penuh dari seluruh DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Dalam pidato perdananya, Andie menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan berfokus pada penguatan konsolidasi organisasi, penyusunan kepengurusan yang inklusif, peningkatan kualitas kader, serta menargetkan penambahan kursi legislatif pada Pemilu mendatang.
• Sriwijaya FC Latihan Perdana 15 Agustus, Mohammad David Pastikan 15 Pemain Siap Gabung
Menurut Haekal, apabila target konsolidasi tersebut berhasil diwujudkan, Partai Golkar berpeluang kembali menjadi salah satu kekuatan politik dominan di Sumatera Selatan.
Ia mengatakan jika Andie mampu mempertahankan soliditas partai sekaligus meningkatkan kinerja politik Golkar hingga akar rumput, maka peluangnya untuk menjadi salah satu kandidat kuat pada Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan akan semakin terbuka.
"Namun, proses politik masih panjang dan semua sangat ditentukan oleh dinamika yang berkembang menjelang Pilkada," pungkasnya.