Bima Arya di PKKMB UI, Gembleng Gen Z Jadi Petarung Menuju Indonesia Emas 2045
Hironimus Rama August 04, 2026 09:29 AM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa kampus memegang peranan yang sangat strategis bersama pemerintah untuk menyiapkan Generasi Z menghadapi Indonesia Emas 2045.

​"Karena Gen Z hari ini kan pemimpin di 2045 dan mereka juga akan membawa kita ke sana," ujar Bima Arya saat ditemui di sela-sela PKKMB Universitas Indonesia (UI), Senin (3/8/2026). 

​Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter yang tangguh di samping mengasah kemampuan akademis mahasiswa.

Baca juga: Ribuan Mahasiswa Baru UI 2026 Ikuti PKKMB, Rektor Heri Hermansyah Beri 3 Bekal Utama 

​"Titik tekan saya adalah bukan hanya dalam dimensi kompetensi, tapi dalam dimensi karakter, bagaimana menyiapkan Gen Z di kampus hari ini menjadi petarung masa depan," ungkapnya.

​Selain masalah pembentukan karakter, Bima Arya mendorong terciptanya budaya sinergi dan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan instansi pendidikan.

​"Kita perlu membangun budaya sinergi dan kolaborasi, jadi jangan terpisah-pisah, supaya anak-anak ini terbiasa membangun jejaring," tegas mantan Wali Kota Bogor tersebut.

​Mengenai rasa cinta tanah air, ia mengingatkan agar nilai-nilai kebangsaan terus ditanamkan dan dilekatkan kuat pada diri para mahasiswa.

​"Anak-anak ini perlu dikuatkan semangat kebangsaannya, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus betul-betul lekat dengan mereka karena itu yang merekatkan kita," tambahnya.

​Bima Arya menampik anggapan miring yang menyebutkan bahwa kadar nasionalisme anak muda zaman sekarang sudah mengalami penurunan.

​"Enggak seperti itu, cuma tantangannya kan makin berat karena mereka semakin cair, semakin melted, dan beririsan dengan dunia internasional," jelas sang Wakil Menteri Dalam Negeri.

​Ia menilai bahwa metode doktrinasi kebangsaan cara lama sudah tidak akan efektif lagi jika diterapkan pada generasi digital saat ini.

​"Enggak bisa lagi model zaman saya dulu, penataran P4 tuh enggak bisa," tutur Bima Arya secara gamblang.

​Ia menambahkan bahwa pendekatan kebangsaan saat ini harus disesuaikan dengan pola pikir dan dinamika media sosial anak muda.

​"Pasti harus dengan metode-metode yang sesuai dengan algoritma hari ini," pungkasnya. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.