SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Harga ayam potong di Pasar Sekip Ujung, Jalan Ampibi, Kelurahan 20 Ilir D II, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, kembali mengalami kenaikan pada, Selasa (4/8/2026).
Kini harga ayam potong mencapai Rp 48 ribu per kilogram.
Pedagang menyebut kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kebutuhan pasokan hotel.
Kondisi tersebut membuat pasokan ayam di pasar tradisional berkurang sehingga harga untuk masyarakat ikut terdongkrak.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Sekip Ujung, Ebun, mengaku saat ini kesulitan mendapatkan stok ayam karena sebagian besar pasokan terserap untuk memenuhi permintaan MBG dan hotel.
"Saat ini kami pedagang ayam kesulitan dapat stok ayam. Kami juga sudah mengurangi pembelian karena pembeli sudah sepi," ujar Ebun saat ditemui Sripoku.com.
Menurutnya, harga ayam yang mencapai Rp 48 ribu per kilogram membuat daya beli masyarakat menurun drastis.
"Sudah sepi sekarang yang beli ayam. Biasanya habis 50 ekor ayam, sekarang 25 ekor saja alhamdulillah habis," katanya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Jali.
Ia mengatakan tingginya permintaan dari MBG dan hotel membuat stok ayam di pasar semakin terbatas, sementara minat beli masyarakat justru menurun akibat harga yang mahal.
"Biasanya saya habis 60 ekor ayam potong dengan berat sekitar dua kilogram per ekor. Sekarang stok sudah tipis, untung juga tipis karena sepi yang beli," ujarnya.
Jali menjelaskan mayoritas pembeli di Pasar Sekip merupakan pelanggan harian yang membeli kebutuhan lauk untuk satu hari.
"Banyak yang cuma tanya-tanya. Begitu dengar harganya, tidak jadi beli. Sekarang baru habis 10 ekor, masih 25 ekor lagi. Mudah-mudahan nanti siang ada rezeki," katanya.
Di sisi lain, kenaikan harga ayam juga dikeluhkan masyarakat. Salah seorang pembeli, Asnah, mengaku mengurungkan niat membeli ayam setelah mengetahui harganya mencapai Rp 48 ribu per kilogram.
"Saya bawa uang Rp 50 ribu. Pas tanya harga ayam Rp 48 ribu per kilogram, saya tidak jadi beli. Akhirnya beli ikan saja karena ayam sudah mahal sekali," ujarnya.
Menurut Asnah, harga ayam yang terus meningkat memaksa banyak ibu rumah tangga mengurangi konsumsi daging ayam dan beralih ke bahan pangan lain yang lebih terjangkau.
Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar masyarakat tidak semakin terbebani.
"Permintaan memang tinggi, tapi stok juga tipis. Mau mencerdaskan anak-anak bangsa dengan makanan bergizi, tapi emak-emak juga menjerit karena harga kebutuhan terus naik," tutupnya.