Satu unit rumah di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terbakar, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.
Peristiwa itu mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia.
Korban merupakan pasangan suami istri, Mursalim (77) dan Nurmala (80) serta cucu mereka bernama Halim (17).
Mursalim ditemukan terjebak dalam kamar mandi.
Mursalim sempat dievakuasi warga karena luka bakar, namun nyawanya tak tertolong saat perjalanan ke rumah sakit.
Sementara jasad Nurmala ditemukan bersama cucunya Halim berada dalam satu kamar.
"Dua korban ditemukan jasadnya sudah tidak utuh," kata koordinator Damkar Polman, Jabir.
Jabir mengatakan kedua korban terjebak kobaran api karena Nurlina terbaring sakit.
Sedangkan cucunya yang berusia 17 tahun tak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api.
Lalu Mursalim saat itu hendak menyelamatkan cucu dan istrinya hingga terjebak di dalam kamar mandi.
"Kami menduga korban Mursalim meninggal karena terlalu banyak menghirup asap saat terjebak dalam kamar mandi," ungkapnya.
Kobaran api yang begitu cepat membesar membuat warga sekitar takut untuk mendekat.
Jabir menyebut saat ini dugaan penyebab kebakaran belum diketahui, sementara dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Dalam video beredar di sosial media, nampak petugas Damkar Polman dan warga sekitar berjibaku padamkan kobaran api.
Saat api mulai padam, warga dan petugas mengevakuasi korban jiwa di lokasi kebakaran gunakan sarung.
Tiga penghuni rumah yang menjadi korban nampak dievakuasi warga, satu korban sempat dilarikan ke rumah sakit.
"Jadi keseluruhan itu ada tiga korban jiwa, semuanya penghuni rumah, satu orang sempat dilarikan ke rumah sakit namun tidak tertolong," kata kepala Damkar Polman, Imran kepada wartawan.
Dia menyampaikan dua orang korban ditemukan dalam rumah yang ludes terbakar dalam posisi terbaring.
Sementara satu korban sempat dilarikan ke rumah sakit karena alami luka bakar, namun nyawanya tidak tertolong.
Imran menyebut laporan insiden kebakaran ini diterima posko induk pada pukul 11.41 Wita.
Dua armada dari Campalagian dan Tinambung lebih dulu menuju lokasi kejadian.
Sementara armada dari Kecamatan Matakali menyusul ke lokasi dan langsung memadamkan kobaran api.
Total tujuh unit armada dan dibantu dua dari Kabupaten Majene dan personel 40 orang dikerahkan.
"Setibanya di lokasi, kami langsung melakukan proses pemadaman dengan cara memotong mata rantai api agar tidak melebar ke rumah lainnya," ungkap Imran.
Dia menyebut selain rumah, ada dua kendaraan roda dua yang terbakar, dalam rumah.
Adapun penyebabnya, kata Imran, belum dapat dipastikan, diserahkan kepolisian untuk melakukan penyelidikan.