Gelagat Aneh Satpam Sebelum Tewas Terborgol, Malam Bohong ke Istri, Subuh Jerit Minta Tolong
Ardhi Sanjaya August 04, 2026 12:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sumarna, satpam yang tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, rupanya menyimpan rahasia dari istrinya, Siti Maryam.

Maryam bahkan tidak mengetahui pasti jumlah penghasilan Sumarna semasa hidup.

Bahkan di akhir hidupnya, jejak Sumarna pun dinilai janggal.

  • Punya Hutang

Selain menjadi satpam, Sumarna juga kerap mengambil kerja sampingan menjadi kuli bangunan.

Ia bekerja di rumah rekannya.

Pada rekannya pula Sumarna kerap meminjam uang menggunakan pinjaman online (pinjol).

"Itu tuh pertama kali pinjam bulan Desember Rp 5 juta. Kurang tahu buat apa, cuma chatnya 'tolongin lagi ada keperluan'," katanya.

Sumarna menyicil pinjaman tersebut selama tiga bulan.

"Tiga bulan pakai pinjol, pakai paylater. Udah 3 bulan, setelah lunas, 'bu mau dibaru lagi deh', karena bayarnya benar. Pas terakhir bulan Juni tuh, 'mang ini udah lunas yah'. 'Ya udah bu ditop lagi aja'," katanya.

Jika ditotal menurutnya, jumlah hutang Sumarna bisa mencapai Rp 20 juta lebih.

"Kalau yang lain sudah lunas. Tidak terhitung, soalnya kadang, token. Lebih kayanya (15 juta) yang tiga kali aja kan Rp 15 juta, 5 juta 5 juta. Kalau yang kecil-kecilnya kan 'bu token, bu kasbon'. Ada (20 juta) kemungkinan," katanya.

Sementara sang istri, Siti Maryam tidak mengetahui soal hutang tersebut.

Baca juga: Hutang Menumpuk Sumarna Satpam yang Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Istri Hanya Dikasih Jajanan

"Gak ada (cerita) gak tahu," katanya.

Maryam juga mengetahui sang suami punya penghasilan sampingan.

Tapi anehnya penghasilannya tak diberikan ke istri.

"Pernah (nyerahin gaji) itu juga gak langsung uangnya, paling dibawain belanjaan, jajanan anak. Nanti sisanya dikasih Rp 50 (ribu), gak dikasih semua," kata Maryam.

  • Jejak Sebelum Tewas Terborgol

Sebelum ditemukan tewas, Sumarna sempat menolak panggilan telepon dari sang istri.

Istri Sumarna, Siti Maryam mengungkap pukul 20.00 WIB dia menelepon suaminya, tapi tidak diangkat.

"Sama saya ditelepon, 3 kali berdering, ditolak. 'Yah jangan lupa nanti ke desa rapat. 20.15'," katanya.

Baca juga: Satpam Bohong ke Istri Sebelum Tewas Terborgol di Jatiluhur, Dedi Mulyadi Curiga : Selingkuh

Tak berselang lama Sumarna membalas chat istri dengan mengirim foto bersama Danru.

"Beliau baca, beliau balas, ngirim foto sama pak Danru ini. Katanya, 'lagi ada danru gak enak ditinggalin'," katanya.

Padahal Danru mengaku malam itu sama sekali tidak datang ke pos mendatangi Sumarna.

Ia hanya mengontrol lewat HT.

"Padahal tidak bersama danru, berarti foto stok," kata Dedi Mulyadi.

Ternyata setelah diperiksa, foto Danru yang dikirim ke istri merupakan jepretan tahun 2025.

Baca juga: Cerita Warga Dengar Jeritan Sebelum Satpam di Jatiluhur Ditemukan Tewas, Akui Takut Keluar Rumah

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menerangkan jejak satpam sebelum tewas terborgol di Jatiluhur.

"Lokasi ketika si korban ini dari tempat pos ke TKP (tempat kejadian perkara) ada anomali bahwa yang bersangkutan tidak langsung menjurus ke lokasi tempat dia tenggelam, tapi dia melewati perumahan-perumahan, dimana di situ tempatnya gelap kemudian tidak ada penerangan lampu dan memasuki di antara rumah-rumah ini," katanya.

Polisi juga mendalami interaksi Sumarna dengan sejumlah pihak.

Diketahui bahwa kasus satpam tewas terborgol dikaitkan dengan tindakan Sumarna menegur pelaku vandalisme di sekitar waduk.

"Ada beberapa interaksi yang kita dalami terus, interaksi beberapa kelompok dan sebagai kita duga menuju apakah permasalahan dari sini," katanya.

Menurutnya berdasarkan jejak sinyal handphone, Sumarna sudah ke pos satpam pada Kamis (23/7/2026).

"Sejak tanggal 23 sore itu yang bersangkutan menuju ke lokasi luar dari pos," katanya.

Berikut jejak sinyal handphone Sumarna :

  • 17.00 WIB pulang ke rumah dan istirahat, tidur sampai 19.20 WIB.
  • 20.00 WIB berangkat bekerja diantar oleh Siti Maryam
  • 21.00 WIB keluar dari pos. Sempat istrinya dan anaknya juga mengunjungi pos karena jarak tempuhnya kurang lebih 100 meter.
  • 23.00 WIB belum kembali, 
  • 23.30 WIB Linmas mengecek ke pos 
  • 02.00 WIB kembali ke pos dari lokasi yang berjarak 3,2 kilometer dari pos.
  • 02 lebih, handphone sudah tidak aktif.

"Kembalinya pukul 02.00 WIB dini hari dari lokasi yang cukup jauh kurang lebih 3,2 kilometer yang bersangkutan dari sana kemudian kembali ke situ," katanya.

  • Suara Jeritan

Pada dini hari menurut Ketua RW, Dadang, ada warga yang mendengar suara keributan.

Selain itu warga lain juga mendengar adanya jeritan minta tolong.

"Ditambah lagi di sebelah sini ada warga mendengar suara jeritan minta tolong," katanya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.