Musim Kemarau Mulai Berdampak, PMI dan BPBD Ponorogo Distribusikan Air Bersih ke Desa Munggu
Samsul Arifin August 04, 2026 01:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 

Sebagai langkah cepat mengantisipasi dampak kekeringan, Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, menjadi wilayah pertama yang menerima bantuan pada musim kemarau tahun ini.

Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan satu unit truk tangki untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Aksi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kolaborasi yang rutin dilakukan PMI dan BPBD Ponorogo setiap tahun saat musim kemarau, sekaligus menjadi respons awal terhadap potensi kekeringan panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.

Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, kegiatan ini juga menjadi upaya mitigasi agar masyarakat di wilayah rawan kekeringan tidak semakin terdampak akibat terbatasnya sumber air.

Bantuan air bersih tersebut diberangkatkan dari Pendopo Agung Ponorogo, Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Pembobol Konter di Ponorogo Diburu, Polisi Temukan 3 Handphone & CCTV Dibuang di Semak-semak

PMI Ponorogo Komitmen Dampingi Warga Terdampak Kekeringan

Ketua PMI Ponorogo, Luhur Kasranto, mengatakan penyaluran air bersih merupakan komitmen organisasi kemanusiaan tersebut yang terus dijaga setiap tahun untuk membantu masyarakat saat musim kemarau.

"Jadi ini komitmen kita (PMI) dari tahun ke tahun. Kita pedulilah terhadap warga yang terdampak kekeringan ini. Ini kekeringan ekstrem dan itu memang peramalan dari BMKG kita akan mengalami kekeringan panjang, begitu. Dan itu sudah muncul pertama di Dusun Bungur Desa Munggu,” ungkap Luhur, Selasa siang.

Menurutnya, Desa Munggu menjadi lokasi pertama yang menerima dropping air bersih. Selanjutnya, bantuan akan disalurkan ke wilayah lain yang juga mengalami kesulitan air bersih.

“Tentu kita membutuhkan dukungan pemerintah daerah, dukungan melalui BPBD, maupun pihak swasta, supaya kita jangan sampai menyaksikan penderitaan warga terdampak kekeringan ini. Sulitnya air, kita bisa bayangkan. Ini langkah awal kecil, tapi mudah-mudahan bermanfaat,” katanya.

Baru Satu Truk Tangki, Desa Lain Mulai Dipetakan

Pada tahap awal, PMI Ponorogo menyalurkan satu truk tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter air bersih.

"Hari ini satu. Kan kita hanya punya satu. Nah, mungkin besok sampai nanti, mudah-mudahan tidak ada laporan lagi ya,” papar mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo tersebut.

Meski demikian, hasil pemetaan menunjukkan masih ada sejumlah wilayah lain yang mulai mengalami kekeringan, di antaranya Desa Wates dan Desa Duri di Kecamatan Slahung, serta Desa Karangpatihan di Kecamatan Pulung.

PMI dan BPBD Perkuat Kolaborasi Hadapi Musim Kemarau

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan sinergi antara BPBD dan PMI telah terjalin hampir setiap tahun dalam penanganan bencana, baik saat musim hujan maupun musim kemarau.

"BPBD dan PMI sudah hampir setiap tahun berkolaborasi. Jadi sama-sama saling melengkapi dalam misi kemanusiaan, baik itu di hidrometeorologi basah maupun hidrometeorologi kering."

Menurutnya, pada musim kemarau kali ini kedua instansi kembali bergerak bersama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih tetap terpenuhi.

“Kita bersama-sama PMI selalu memberikan pertolongan, memberikan bantuan kepada masyarakat. Dan saat ini, hidrometeorologi kering yaitu musim kering, PMI bersama BPBD melakukan giat kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih di masyarakat Desa Munggu,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.