TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39, Sriwijaya Post akan menggelar Festival Jajanan Bingen 2026 di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada 10–11 Oktober 2026.
Festival ini menjadi gerakan bersama untuk mengangkat kembali kejayaan kuliner tradisional Sumatera Selatan melalui pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, promosi pariwisata, serta kampanye digital.
Sebagai bagian dari persiapan, jajaran manajemen Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel melakukan audiensi dengan Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Lustia Herman Deru, di Kantor TP PKK Provinsi Sumsel, Selasa (4/8/2026).
General Manager Bisnis Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel, MF Ririen Kusumawardhani, mengatakan Festival Jajanan Bingen bukan sekadar festival kuliner, tetapi merupakan gerakan pelestarian budaya yang diharapkan meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Ririen menjelaskan, Sriwijaya Post bersama Tribun Network telah memiliki jaringan media di 72 portal media lokal yang tersebar hampir di seluruh Indonesia.
Kekuatan media tersebut akan dimanfaatkan untuk mengenalkan kekayaan kuliner tradisional Sumatera Selatan kepada masyarakat.
"Melalui kampanye bertajuk Jelajah Jajanan Bingen, promosi festival akan berlangsung selama tiga bulan, mulai Juli hingga September 2026. Kampanye itu mencakup serial digital, publikasi media, hingga promosi intensif menjelang pelaksanaan festival," katanya.
Menurutnya, saat ini telah terdata lebih dari 200 jenis jajanan bingen di Sumsel. Jumlah tersebut bahkan baru berasal dari wilayah Palembang dan belum mencakup seluruh kabupaten dan kota di Sumsel.
Baca juga: Pemprov Sumsel Bentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan 35 Km Trase Tol Palembang-Betung
Untuk itu pihaknya ingin menggandeng PKK di Kabupaten/Kota di Sumsel untuk menyampaikan jajanan bingen apa saja yang ada di masing-masing Kabupaten/Kota.
"Kalau budaya kita tidak hadir di ruang digital, apalagi di era Artificial Intelligence (AI), anak-anak nanti tidak akan mengenalnya. Karena itu kuliner tradisional harus didokumentasikan dan dipromosikan secara masif," katanya.
Festival nantinya akan menghadirkan sekitar 50 jenis jajanan tradisional pilihan, serta menargetkan 2.000 orang menikmati makan bersama jajanan bingen sebagai salah satu agenda utama pencatatan rekor MURI.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Lustia Herman Deru, menyatakan mendukung penyelenggaraan Festival Jajanan Bingen karena dinilai mampu menjaga warisan kuliner daerah sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.
"Saya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Sriwijaya Post. Setiap kabupaten dan kota di Sumsel memiliki kuliner khas yang berbeda-beda, bahkan ada makanan yang sama tetapi namanya berbeda," ujarnya.
Ia mencontohkan kuliner Gunjing yang memiliki nama berbeda di sejumlah daerah. Begitu pula Talam Ebi yang di Palembang lebih dikenal sebagai Gandus. Lalu Telok Ukan identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
Selain itu masih banyak kuliner khas lainnya seperti Gula Palu, Apem Banyu, hingga Kerak Api Neraka yang selama ini kerap hadir pada tradisi yasinan tujuh hari maupun empat puluh hari.
Feby berharap festival tersebut mampu menjadi ajang dokumentasi sekaligus promosi kuliner tradisional Sumatera Selatan agar tidak hilang ditelan zaman dan semakin dikenal masyarakat luas.
Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com