Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Ajak Masyarakat Morokay Melek Literasi Keuangan
Mesya Marasabessy August 04, 2026 10:52 AM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengajak masyarakat Negeri Morokay, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi melek literasi keuangan.

‎Ajakan itu tersampaikan pada momen  sosialisasi keuangan rumah tangga yang berlangsung di Gedung Pintar Negeri Morokay, Minggu (2/8/2026).

‎Sekitar 50 masyarakat terlibat, didominasi para ibu rumah tangga. 

‎Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN Lawamena angkatan 120 untuk membantu masyarakat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keuangan keluarga secara sederhana dan terencana.

‎Materi yang diberikan tidak hanya berupa penyampaian teori. Masyarakat juga diajak mempraktikkan langsung pencatatan keuangan menggunakan modul yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN. Peserta diarahkan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran serta memahami bagaimana mengatur keuangan berdasarkan kebutuhan keluarga.

‎Selain pencatatan keuangan, materi juga mencakup pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyiapkan dana darurat, menghindari utang konsumtif, serta menyisihkan sebagian uang untuk menabung.

‎Pendekatan praktik tersebut mendapat respons antusias dari masyarakat. Sejumlah peserta aktif berdiskusi mengenai persoalan keuangan yang masyarakat hadapi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana menyisihkan uang untuk membayar angsuran utang.

Baca juga: Tolak Tambang, Masyarakat Adat Kei Besar Pasang Sasi: Desak Pemerintah Evaluasi PT BBA

Baca juga: Hendak Menyeberang Jalan, Lansia Tewas Ditabrak Truk Kontainer di Simpang Lampu Merah Al-Fatah Ambon

‎Bagi mahasiswa KKN, respons tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan rumah tangga merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan membutuhkan pendekatan yang sederhana serta mudah diterapkan.

‎Pemateri sosialisasi, Azka, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong adanya perubahan kebiasaan dalam mengelola keuangan rumah tangga.

‎“Turut senang rasanya bisa hadir di tengah masyarakat dan membagikan pengetahuan yang didapatkan. Harapannya tidak berhenti di gedung ini saja,” kata Azka.

‎Salah satu perubahan yang mulai terlihat dari kegiatan tersebut adalah masyarakat mulai memahami pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dalam menggunakan uang. Pemahaman ini menjadi langkah awal agar keluarga dapat menentukan prioritas pengeluaran dan tidak mudah mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan yang kurang mendesak.

‎Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Lawamena angkatan 120 juga berencana melakukan tindak lanjut melalui kunjungan kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk melihat sejauh mana materi yang diberikan telah diterapkan dalam pengelolaan keuangan keluarga.

‎Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap literasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

‎Dengan kemampuan mencatat, memetakan pemasukan dan pengeluaran, menentukan prioritas, serta menyisihkan uang untuk kebutuhan mendatang, masyarakat diharapkan dapat membangun pengelolaan keuangan rumah tangga yang lebih tertib dan berkelanjutan.

‎Merespon kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pemerintahan Negeri Morokay, Nasir, menilai, sosialisasi keuangan rumah tangga dapat memberikan gambaran sekaligus membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam memetakan kondisi keuangan keluarga.

‎“Adanya sosialisasi ini memberikan gambaran dan pemetaan bagi ibu rumah tangga agar bisa mengelola lebih bagus dan rajin mencatat pengeluaran,” ujarnya.

‎Menurutnya, kebiasaan mencatat pengeluaran dapat membantu masyarakat mengetahui penggunaan uang secara lebih jelas sehingga pengelolaan keuangan keluarga dapat dilakukan dengan lebih terarah.

‎Apresiasi juga disampaikan Babinsa Negeri Morokay. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi positif antara pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di perguruan tinggi dengan pengalaman masyarakat dalam mengelola kehidupan sehari-hari.

‎“Kolaborasi antara pengetahuan kampus dan masyarakat menjadi kegiatan yang positif serta bisa saling tukar pengalaman,” ungkap Babinsa.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.