Bahlil: Peresmian Tahap I PLTS 100 GW Akan Digelar di Bali
Arief Rahman Hakim August 04, 2026 11:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah berencana menggelar peresmian tahap pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) di Bali. Peresmian tersebut diharapkan dapat dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil mengatakan saat ini pihaknya masih berupaya menyesuaikan jadwal Presiden untuk peluncuran proyek energi baru terbarukan berskala besar tersebut.

"Saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk peresmian tahap pertama terhadap PLTS 100 GW. Mungkin kita akan buat di Bali," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (4/8/2026).

Ia juga memastikan program PLTS 100 GW telah masuk ke dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034. Menurutnya, proyek tersebut telah disiapkan melalui perencanaan yang matang sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

"Kami buat masterplan dengan perencanaan," kata Bahlil.

Sebagai tahap awal, pemerintah akan mempercepat pembangunan PLTS dengan kapasitas 17 GW sebelum proyek 100 GW direalisasikan secara penuh.

 

Target Transisi Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/8/2026).

Untuk mendukung pembangunan tersebut, Kementerian ESDM bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah menyiapkan lahan seluas 24 ribu hektare di Pulau Jawa.

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan lahan tersebut akan terhubung dengan jaringan transmisi serta gardu induk milik PT PLN (Persero), sehingga listrik yang dihasilkan dapat langsung disalurkan ke sistem kelistrikan nasional.

Menurut Yuliot, pemerintah memprioritaskan percepatan pembangunan pembangkit berkapasitas 17 GW sebagai tahap pertama proyek PLTS 100 GW.

Selain mendukung target transisi energi, proyek ini juga diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi yang besar. Pemerintah memperkirakan pengembangan PLTS 100 GW mampu mengurangi impor energi dengan nilai substitusi mencapai US$ 14,4 miliar hingga US$ 28,9 miliar.

Di sisi lain, proyek tersebut diperkirakan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional dengan potensi tambahan produk domestik bruto (PDB) hingga US$ 26,6 miliar, sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui pemanfaatan energi surya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.